UBTUBT

Borneo Engineering: Jurnal Teknik SipilBorneo Engineering: Jurnal Teknik Sipil

Setiap wilayah di kabupaten Enrekang memiliki potensi hasil komoditi pertanian yang beragam dan berlimpah yang distribusikan keberbagai wilayah dengan menggunakan berbagai jenis angkutan barang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik komoditi dan pemilihan moda angkutan. Metode penelitian kuantitatif deskriktif berdasarkan survey dan wawancara sebanyak 250 responden supir moda angkutan, analisis data menggunakan Analitycal Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian memperlihatkan komoditas bawang merah dominan dari Kecamatan Anggeraja sebesar 861 ton, kemudian hasil komoditas jagung terbesar berasal dari Kecamatan Masalle sebesar 748 ton, dan hasil komoditas kopi terbesar berasal dari Kecamatan Enrekang sebesar 690 ton. Pemilihan moda angkutan yang efisien digunakan dalam proses mendistribusikan berbagai hasil komoditas pertanian antara wilayah memperliatkan bahwa moda Truk 2as (10 Ton) dengan bobot prioritas 0.40%.

Berdasarkan hasil penelitian pendistribusian angkutan hasil komoditi pertanian meperlihatkan bahwa karakteristik komoditi yang beragam dan melimpah berasal dari setiap wilayah di Kabupaten Enrekang, memperlihatkan moda angkutan yang beroprasi adalah pick up sebanyak 29,20%, Truk engkel sebanyak 26,80%, dan Truk 2 as sebanyak 44,00%.Karakteristik volume muatan dan harga angkutan berdasarkan moda yang digunakan yaitu Truk 2 as, dan untuk waktu tempuh perjalanan adalah moda pick up.Hasil olah data dengan menggunakan metode Analytical Hieararchy Process (AHP) maka moda yang efisien digunakan dalam proses pendistribusian komoditi hasil pertanian yaitu moda Truk 2 as dengan bobot prioritas 0,40%, Pick up dengan bobot 0.26%, kemudian truk engkel dengan bobot 0.

Berdasarkan hasil penelitian ini, kami menyarankan agar dilakukan studi lebih lanjut untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan moda angkutan barang di Kabupaten Enrekang. Studi ini dapat berfokus pada aspek-aspek seperti karakteristik komoditi, preferensi konsumen, dan ketersediaan moda angkutan. Selain itu, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi strategi-strategi untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas distribusi komoditi pertanian di wilayah tersebut. Studi ini dapat mencakup analisis rantai pasok, logistik, dan strategi pemasaran yang dapat meningkatkan aksesibilitas dan ketersediaan komoditi bagi konsumen. Terakhir, penelitian ini juga dapat mengusulkan strategi-strategi untuk meningkatkan kolaborasi antara petani, pengangkut, dan pihak-pihak terkait dalam rantai pasok komoditi pertanian di Kabupaten Enrekang.

Read online
File size367.74 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test