STIKESMITRAKELUARGASTIKESMITRAKELUARGA

Jurnal Mitra Masyarakat (JMM)Jurnal Mitra Masyarakat (JMM)

Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi literasi kesehatan siswa tingkat menengah melalui model edukasi peer-leadership dengan melibatkan anggota OSIS sebagai key-informant. Literasi kesehatan remaja menjadi krusial mengingat tingginya paparan misinformasi dan perilaku berisiko di lingkungan digital. Metode yang digunakan adalah penyuluhan interaktif diikuti dengan evaluasi menggunakan instrumen pre-test dan post-test pada 36 siswa. Skor rata-rata pre-test adalah 62.22 dan meningkat menjadi 78.06 pada post-test. Perhitungan Normalized Gain (N-Gain) menghasilkan nilai 0.419, menempatkan efektivitas program pada kategori Sedang. Hasil Uji Wilcoxon Signed-Rank Test mengonfirmasi adanya perbedaan yang signifikan p < 0.001 antara kedua pengukuran. Peningkatan terjadi pada seluruh domain terutama pada kemampuan siswa mengevaluasi kompetensi, kredibilitas informasi dan menerapkan pengetahuan gizi. Program ini direkomendasikan untuk diimplementasikan secara berkelanjutan dengan validasi post-test aktual di masa mendatang.

Intervensi pengabdian masyarakat dengan menggunakan strategi peer-leadership efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan siswa.Terjadi kenaikan skor rata-rata pre-test yang signifikan dari 62.419 mengklasifikasikan efektivitas program pada kategori “sedang, menunjukkan bahwa intervensi berhasil mencapai potensi peningkatan pengetahuan yang substansial.Hasil Uji Wilcoxon Signed-Rank Test (p < 0.001) menegaskan bahwa peningkatan pengetahuan tersebut signifikan secara statistik.

1. SMA 8 Batanghari perlu memperkuat implementasi program literasi gizi dan literasi digital melalui integrasi ke dalam kurikulum sekolah serta kegiatan ekstrakurikuler yang dikelola oleh UKS dan OSIS. Sekolah disarankan mengembangkan sistem pemantauan internal untuk menilai perubahan perilaku aktual siswa. Penguatan peran OSIS sebagai peer-advocate kesehatan diperlukan untuk memastikan keberlanjutan dampak intervensi. Penyediaan ekosistem informasi sehat melalui pojok literasi, media sosial edukatif, dan materi visual dapat mendukung transformasi pengetahuan ke perilaku yang lebih stabil.. . 2. Dinas Kesehatan dan Puskesmas diharapkan memberikan dukungan sistematis untuk membantu sekolah melakukan pemantauan perilaku kesehatan jangka panjang. Dukungan ini dapat berupa penyediaan instrumen survei perilaku, pelatihan tenaga pendidik UKS, serta penyusunan modul intervensi berkelanjutan yang berfokus pada mitigasi risiko konsumsi GGL dan peningkatan ketahanan terhadap hoaks kesehatan. Instansi kesehatan perlu mempertimbangkan penetapan literasi gizi dan literasi digital sebagai program wajib pembinaan UKS, sehingga implementasinya memiliki standar yang sama di seluruh sekolah.. . 3. Penelitian selanjutnya penting untuk mengatasi keterbatasan dengan menerapkan desain longitudinal yang mampu menilai perubahan perilaku kesehatan secara lebih akurat. Studi lanjutan perlu memperluas populasi subjek agar temuan lebih general. Penelitian yang menilai hubungan antara literasi gizi, literasi digital, dan kerentanan terhadap hoaks, serta pengembangan modul digital interaktif, sangat relevan untuk memperkuat efektivitas intervensi berbasis peer-education. Penggunaan parameter biomedis seperti IMT atau indikator metabolik dapat memberikan bukti empiris yang lebih kuat mengenai dampak intervensi terhadap upaya mitigasi Penyakit Tidak Menular (PTM).

  1. Peningkatan Literasi Kesehatan Remaja Melalui Strategi Peer-Leadership di SMAN 8 Batang Hari Jambi |... jmm.stikesmitrakeluarga.ac.id/index.php/jmm/article/view/226Peningkatan Literasi Kesehatan Remaja Melalui Strategi Peer Leadership di SMAN 8 Batang Hari Jambi jmm stikesmitrakeluarga ac index php jmm article view 226
Read online
File size395.43 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test