WASTUKANCANAWASTUKANCANA

Jurnal TeknologikaJurnal Teknologika

Krisis bahan bakar fosil di Indonesia, yang menyumbang 85% dari total energi nasional, mendorong kebutuhan untuk memanfaatkan sumber energi terbarukan, salah satunya adalah energi angin buang dari industri yang memiliki kecepatan tinggi (5-7 m/s) dan aliran kontinu. Penelitian ini mengembangkan turbin Savonius vertikal dengan variasi jarak antara kipas buang dan turbin (20, 30, 40 cm) serta kecepatan angin (5,3, 6, 6,4 m/s) untuk mengoptimalkan pemanfaatan energi tersebut. Hasil menunjukkan konfigurasi 20 cm memberikan kinerja terbaik dengan daya maksimum 5,98 watt pada kecepatan 6,4 m/s dan Koefisien Kinerja (CP) sebesar 0,16, yang 31% lebih efisien dibandingkan jarak 40 cm, membuktikan potensi energi angin buang sebagai solusi energi terbarukan yang dapat diterapkan pada industri dengan periode pengembalian kurang dari 3 tahun dan kemampuan mengurangi beban jaringan listrik hingga 15%.

Penelitian ini menunjukkan bahwa variasi jarak antara kipas buang dan baling-baling (20, 30, 40 cm) serta kecepatan angin (5,3–6,4 m/s) berpengaruh signifikan terhadap kinerja turbin Savonius, dimana hubungan positif antara kecepatan angin dan Koefisien Kinerja (CP) teridentifikasi.Jarak 20 cm menghasilkan kecepatan rotasi tertinggi (511 rpm) dan daya maksimum (5,98 W) pada kecepatan angin 6,4 m/s, sementara jarak 40 cm memberikan torsi tertinggi (1,041 Nm) pada kecepatan 6 m/s.Secara keseluruhan, jarak yang lebih dekat dan kecepatan angin yang lebih tinggi meningkatkan kecepatan rotasi, rasio kecepatan ujung (TSR), dan daya turbin.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi pengaruh variasi geometri bilah, seperti kelengkungan, sudut kemiringan, dan tekstur permukaan, terhadap Koefisien Kinerja (CP) pada jarak kipas‑bilah yang sama untuk menentukan desain bilah yang paling efisien. Selanjutnya, studi dapat menguji penggunaan beberapa kipas buang atau susunan kipas secara simultan guna meningkatkan kecepatan aliran udara dan menilai skala performa turbin pada kondisi industrial yang lebih kompleks. Akhirnya, penerapan simulasi dinamika fluida komputasi (CFD) yang dipadukan dengan algoritma kecerdasan buatan dapat dioptimalkan untuk memprediksi kombinasi jarak, kecepatan angin, dan konfigurasi turbin yang optimal dalam berbagai lingkungan indoor, sehingga mempercepat proses desain dan meningkatkan efisiensi konversi energi.

  1. 0. pdf obj endobj extgstate xobject procset text imageb imagec imagei mediabox contents group tabs v2... akademiabaru.com/doc/ARFMTSV69_N1_P23_33.pdf0 pdf obj endobj extgstate xobject procset text imageb imagec imagei mediabox contents group tabs v2 akademiabaru doc ARFMTSV69 N1 P23 33 pdf
  2. A Study of the Influence of Guide Vane Design to Increase Savonius Wind Turbine Performance | Ahmad |... doi.org/10.5539/MAS.V9N11P222A Study of the Influence of Guide Vane Design to Increase Savonius Wind Turbine Performance Ahmad doi 10 5539 MAS V9N11P222
Read online
File size578.34 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test