WASTUKANCANAWASTUKANCANA

Jurnal TeknologikaJurnal Teknologika

Poliester adalah jenis polimer yang umum digunakan dalam produksi kemasan botol dan produk tekstil. Namun, poliester membutuhkan ratusan tahun untuk terurai secara alami, menjadikan pengelolaan limbah poliester sebagai isu krusial. Salah satu solusi yang muncul adalah produksi poliester daur ulang. Di Indonesia, pemanfaatan poliester daur ulang telah mengalami pertumbuhan signifikan, khususnya di industri tekstil dan fesyen. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa poliester daur ulang memiliki kekuatan tarik dan ketahanan sobek yang sama dengan poliester murni, namun dengan kekakuan yang lebih tinggi, membuatnya lebih cocok untuk aplikasi geotekstil. Sebagai contoh, plastik berbasis poliester sering digunakan sebagai perlindungan dalam pengecoran jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan geotekstil nonwoven menggunakan campuran serat poliester daur ulang dan poliester titik leleh rendah dengan berat dasar 150 g/m2. Hasil uji menunjukkan bahwa kain geotekstil memiliki kekuatan tarik 240 N, kekuatan sobek 109,06 N, dan kekuatan tekan beton 18,91 MPa.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kain nonwoven yang diproduksi dari campuran serat poliester daur ulang dan poliester titik leleh rendah mencapai berat dasar 150 g/m², dengan kekuatan tarik 240 N, kekuatan sobek 109,06 N, dan kekuatan tekan beton rata-rata 18,91 MPa.Meskipun penggunaan geotekstil nonwoven poliester daur ulang menghasilkan kekuatan tekan beton yang lebih rendah dibandingkan lembaran plastik berbasis poliester, material ini menyajikan alternatif yang layak dan lebih berkelanjutan untuk digunakan sebagai lapisan pelindung dalam aplikasi pengecoran jalan.

Penelitian selanjutnya dapat berfokus pada upaya peningkatan kinerja geotextile daur ulang, khususnya dalam mempertahankan kelembaban untuk optimalisasi kekuatan tekan beton. Hal ini bisa dieksplorasi melalui variasi rasio serat poliester daur ulang dan poliester titik leleh rendah, atau dengan mengintegrasikan bahan tambahan yang bersifat hidrofobik atau pengikat kelembaban ke dalam struktur nonwoven, guna mengurangi porositas dan efek evaporasi yang teridentifikasi sebagai kelemahan dalam studi ini. Selain itu, penelitian mendalam mengenai durabilitas dan performa jangka panjang geotextile ini dalam berbagai kondisi lingkungan menjadi krusial. Investigasi bisa mencakup ketahanan terhadap degradasi UV, perubahan suhu ekstrem, serta potensi untuk penggunaan berulang, yang akan memperkuat argumen keberlanjutan material ini. Terakhir, untuk memberikan gambaran komprehensif, studi lanjutan perlu mencakup analisis biaya-manfaat dan penilaian siklus hidup (Life Cycle Assessment) secara menyeluruh. Analisis ini akan membandingkan geotextile poliester daur ulang dengan lembaran plastik konvensional, tidak hanya dari segi kinerja teknis, tetapi juga dampak ekonomi dan lingkungan dari produksi hingga pembuangan atau daur ulang. Hasil dari penelitian-penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan desain geotextile yang lebih unggul, ekonomis, dan berkelanjutan untuk aplikasi perawatan beton.

  1. Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Teknologika | Jurnal Teknologika. vol jurnal teknologika skip main content... doi.org/10.51132/teknologika.v14i2Vol 14 No 2 2024 Jurnal Teknologika Jurnal Teknologika vol jurnal teknologika skip main content doi 10 51132 teknologika v14i2
Read online
File size288.76 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test