ISKIISKI

Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi IndonesiaJurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Sejak awal era reformasi pada tahun 1998 dan diterapkannya Undang-Undang Penyiaran Nomor 32/2002, stasiun televisi lokal telah berkembang secara signifikan. Stasiun televisi lokal yang baru muncul ini diharapkan dapat menjadi antitesis dari televisi nasional yang berbasis di Jakarta, sekaligus menyediakan ruang untuk ekspresi budaya. Penelitian ini menyelidiki bagaimana televisi lokal mengekspresikan budaya lokal dengan menggunakan perspektif ekonomi politik budaya. Penelitian ini menggunakan studi kasus dengan desain kasus instrumental dan dilakukan di ADiTV di Yogyakarta dari April hingga September 2023. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Temuan menunjukkan bahwa stasiun televisi lokal seperti ADiTV memainkan peran penting dalam menyediakan platform untuk ekspresi budaya lokal. Namun, sebagai lembaga penyiaran swasta, konten budaya yang ditampilkan dalam program seperti Jenggleng Manasuka, Mocopat Syafaat, dan Wedang Ronde tidak dapat dipisahkan dari motif komersial. Dengan kata lain, program televisi berbasis budaya adalah produk dari industri budaya yang harus dapat dipasarkan untuk menghasilkan keuntungan, sering kali membuat pertimbangan ekonomi menjadi lebih dominan. Akibatnya, ekspresi budaya di ADiTV menjadi sangat terbatas dan gagal mendorong perwakilan budaya yang beragam.

Studi ini menyimpulkan bahwa kepentingan ekonomi membentuk ekspresi budaya lokal, karena program televisi berbasis budaya secara inheren merupakan bagian dari industri budaya - produk yang dimaksudkan untuk dijual.Ini adalah dimensi yang sering diabaikan oleh peneliti yang mempelajari televisi lokal di Indonesia.

Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam tentang bagaimana kepentingan ekonomi mempengaruhi konten budaya yang ditampilkan di televisi lokal. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana dinamika pasar dan pertimbangan komersial mempengaruhi keputusan program televisi lokal, serta bagaimana hal ini berdampak pada representasi budaya lokal. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana televisi lokal dapat menjadi platform yang lebih inklusif untuk berbagai ekspresi budaya. Studi ini dapat menyelidiki strategi yang dapat digunakan oleh televisi lokal untuk mempromosikan dan mendukung keragaman budaya, serta bagaimana hal ini dapat meningkatkan partisipasi dan keterlibatan masyarakat dalam produksi konten budaya. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis bagaimana televisi lokal dapat menjadi katalisator untuk memperkuat identitas lokal dan mempromosikan keragaman budaya. Studi ini dapat menyelidiki bagaimana televisi lokal dapat bekerja sama dengan komunitas lokal, organisasi budaya, dan pemerintah daerah untuk menciptakan konten yang mewakili identitas dan nilai-nilai lokal, serta bagaimana hal ini dapat meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap budaya lokal.

  1. MANAJEMEN TELEVISI LOKAL: KEGAMANGAN YANG WAJAR | Scriptura. manajemen televisi lokal kegamangan wajar... doi.org/10.9744/scriptura.3.2.161-171MANAJEMEN TELEVISI LOKAL KEGAMANGAN YANG WAJAR Scriptura manajemen televisi lokal kegamangan wajar doi 10 9744 scriptura 3 2 161 171
  2. The Segmentation of Local Television Audiences in Central Java in the Digital Era | Jurnal The Messenger.... journals.usm.ac.id/index.php/the-messenger/article/view/1278The Segmentation of Local Television Audiences in Central Java in the Digital Era Jurnal The Messenger journals usm ac index php the messenger article view 1278
Read online
File size692.98 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test