STTBEREASTTBEREA
LOGIA: Jurnal Teologi PentakostaLOGIA: Jurnal Teologi PentakostaArtikel ini berjudul Memperkuat Pengembalaan Pentakosta bagi Pendidikan Kristen di Indonesia berdasarkan Matius 9:35-38. Tujuan penulisan artikel ini adalah agar setiap Pendidik Kristen di Indonesia dapat memperkuat Penggembalaan Pentakosta bagi Peserta Didiknya. Setiap Peserta Didik Kristen dapat digembalakan secara misional dan holistik. Artikel ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan sumber-sumber yang kompatibel dan berbagai literatur yang mendukung.
Dalam konteks Pendidikan Kristen di Indonesia, kita merindukan agar setiap peserta didik mengalami keselamatan dan baptisan Roh Kudus.Ketika mereka dalam titik-titik tertentu, ada persoalan baik dari keluarga, lingkungan, di gereja bahkan di sekolah, mereka tidak stress dan tidak memilih untuk bunuh diri.Melainkan mereka datang kepada Yesus Kristus yang akan memulihkan dan menuntun hidup mereka dalam kebenaran.Para Pendidik Kristen berhati gembala perlu mengerti dinamika ini.Pendidik Kristen dapat diberdayakan oleh Roh Kudus untuk peka dalam menggembalakan para peserta didik yang sedang lelah dan terlantar.Kecemasan dan terabaikan merupakan pergumulan tersendiri bagi setiap Peserta Didik Kristen.Meskipun mereka sudah beragama Kristen, namun, tidak dipungkiri adanya kecemasan dan terabaikan yang mereka alami atau rasakan.Oleh karena itu, diperlukan kepekaan hati melihat seperti Yesus melihat orang banyak itu.Belas kasihan akan mendorong para pengajar, bukan saja mengajar berdasarkan materi yang sudah disiapkan.Para pendidik Kristen pun perlu peka untuk menggembalakan para peserta didik.Mereka bukan hanya butuh materi, tetapi bimbingan dan arahan untuk mendamaikan mereka dengan Allah.
Saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: . . 1. Menganalisis secara mendalam peran pengajaran dalam menuntun orang ke dalam pertobatan dan cara berpikir, serta bagaimana relevansinya dalam konteks pelayanan Kristiani saat ini.. . 2. Memahami makna kata therapi dalam konteks Yesus dan relevansinya bagi persoalan manusia saat ini, serta bagaimana penerapannya dalam pelayanan Kristiani.. . 3. Meneliti apakah ketiga pelayanan Yesus dalam Matius 9:35-38, yaitu mengajar, memberitakan Injil, dan menyembuhkan, dapat dipahami sebagai satu paket yang tidak dapat dipisahkan, atau apakah masing-masing pelayanan memiliki peran dan makna yang berbeda.
| File size | 1.16 MB |
| Pages | 37 |
| DMCA | Report |
Related /
UNTANUNTAN Penelitian ini mengimplementasikan prosedur tiga tahap yang meliputi evaluasi kurikulum, analisis kebutuhan, dan rekonstruksi, bertujuan untuk menyesuaikanPenelitian ini mengimplementasikan prosedur tiga tahap yang meliputi evaluasi kurikulum, analisis kebutuhan, dan rekonstruksi, bertujuan untuk menyesuaikan
JOURNAL STIAYAPPIMAKASSARJOURNAL STIAYAPPIMAKASSAR Masalah anak merupakan masalah serius yang mempengaruhi tumbuh kembang, sehingga perlindungan hukum terhadap anak yang berkonflik dengan hukum merupakanMasalah anak merupakan masalah serius yang mempengaruhi tumbuh kembang, sehingga perlindungan hukum terhadap anak yang berkonflik dengan hukum merupakan
JOURNAL STIAYAPPIMAKASSARJOURNAL STIAYAPPIMAKASSAR Tujuannya adalah mengidentifikasi mekanisme di mana keaslian merek dan resonansi budaya menumbuhkan loyalitas jangka panjang serta mencegah substitusiTujuannya adalah mengidentifikasi mekanisme di mana keaslian merek dan resonansi budaya menumbuhkan loyalitas jangka panjang serta mencegah substitusi
JOURNAL STIAYAPPIMAKASSARJOURNAL STIAYAPPIMAKASSAR Dengan metode kualitatif berbasis tinjauan literatur, studi ini menyintesis temuan sebelumnya mengenai analisis rasio keuangan, keterbandingan laporanDengan metode kualitatif berbasis tinjauan literatur, studi ini menyintesis temuan sebelumnya mengenai analisis rasio keuangan, keterbandingan laporan
STIKESBANYUWANGISTIKESBANYUWANGI Temuan ini memberikan dasar bagi rekomendasi kebijakan untuk memperkuat Program Parenting di SPNF‑SKB, meningkatkan partisipasi orang tua, dan memperluasTemuan ini memberikan dasar bagi rekomendasi kebijakan untuk memperkuat Program Parenting di SPNF‑SKB, meningkatkan partisipasi orang tua, dan memperluas
STTREALBATAMSTTREALBATAM Dengan demikian, keberhasilan pemanfaatan AI dalam Pendidikan Agama Kristen sangat bergantung pada kemampuan pendidik dalam mengintegrasikan teknologiDengan demikian, keberhasilan pemanfaatan AI dalam Pendidikan Agama Kristen sangat bergantung pada kemampuan pendidik dalam mengintegrasikan teknologi
STKIP BIMASTKIP BIMA Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi supervisi akademik berbasis teknologi digital memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kompetensiHasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi supervisi akademik berbasis teknologi digital memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kompetensi
UPHUPH Selain itu, pelatihan ini dapat terlaksana dengan lancar, baik dan sesuai dengan perencanaan. Lebih dari 80% peserta sudah mampu untuk melakukan downloadSelain itu, pelatihan ini dapat terlaksana dengan lancar, baik dan sesuai dengan perencanaan. Lebih dari 80% peserta sudah mampu untuk melakukan download
Useful /
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Berdasarkan temuan tersebut, tenaga kesehatan, khususnya bidan, serta kader posyandu diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan orang tua melalui edukasiBerdasarkan temuan tersebut, tenaga kesehatan, khususnya bidan, serta kader posyandu diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan orang tua melalui edukasi
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Penelitian selanjutnya perlu menggunakan desain eksperimental atau longitudinal untuk menguji hubungan kausal, serta mengevaluasi biaya, keberlanjutan,Penelitian selanjutnya perlu menggunakan desain eksperimental atau longitudinal untuk menguji hubungan kausal, serta mengevaluasi biaya, keberlanjutan,
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Kualitas tidur juga berhubungan signifikan dengan perkembangan anak; anak dengan gangguan tidur berisiko lebih tinggi mengalami masalah perkembangan yangKualitas tidur juga berhubungan signifikan dengan perkembangan anak; anak dengan gangguan tidur berisiko lebih tinggi mengalami masalah perkembangan yang
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Subjek penelitian terdiri dari 10 ibu menyusui dengan bayi berusia 0–3 bulan yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen evaluasi berupa kuesionerSubjek penelitian terdiri dari 10 ibu menyusui dengan bayi berusia 0–3 bulan yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen evaluasi berupa kuesioner