STKIPAHSINGARAJASTKIPAHSINGARAJA

Journal of Linguistic and Literature StudiesJournal of Linguistic and Literature Studies

Penelitian ini mengeksplorasi penggunaan bahasa tabu dalam bahasa Bali yang dituturkan di Puri Tukadmungga, dengan fokus pada identifikasi dan kategorisasi kata-kata tabu di berbagai domain. Penelitian berhasil mengidentifikasi 23 kata tabu dalam domain pawongan, yang berkaitan dengan hubungan antar manusia, dan dua kata tabu dalam hubungan manusia-lingkungan. Pentingnya triangulasi teori dan model analitis, khususnya model interaktif yang disesuaikan dari Miles Huberman, ditekankan, memberikan pemahaman yang mendalam terhadap temuan-temuan tersebut. Penelitian mengusulkan arah penelitian masa depan, termasuk mengeksplorasi kata-kata tabu di domain lain, memeriksa implikasi sosial dan budaya, serta menggunakan ukuran sampel yang lebih besar dan perspektif teoritis yang beragam. Secara keseluruhan, makalah ini menawarkan wawasan mendalam ke dalam bahasa tabu di Puri Tukadmungga, membedakan kata-kata tabu di berbagai domain, dan menekankan pentingnya teori dan model analitis.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat berbagai kata tabu dalam bahasa Bali yang digunakan di Puri Tukadmungga, dikategorikan ke dalam domain berbeda seperti pawongan (hubungan antar manusia) dan palemahan (hubungan manusia-lingkungan).Ditemukan 23 kata tabu di domain pawongan, termasuk cai, kuluk, ngamah, celengbangkung, medaar, bape, mesu, meju, melali, kayeh, pules, menyama, megae, mati, ngenceh, gelem, mate, mekurnan, jukut, paon, cang, jit, dan mue.Di domain palemhan, ditemukan dua kata tabu.Penelitian juga membahas penggunaan teori triangulasi dan menekankan pentingnya mengadopsi berbagai perspektif teoritis untuk menafsirkan temuan penelitian.Model analisis yang digunakan dalam penelitian ini, yang disesuaikan dari pendekatan Miles Huberman, menekankan ketergantungan antar proses dalam membentuk analisis.Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan wawasan tentang kata-kata tabu dalam bahasa Bali di Puri Tukadmungga, mengkategorikannya berdasarkan domain yang berbeda, dan menekankan signifikansi teori triangulasi dan model analisis dalam proses penelitian.Secara keseluruhan, makalah ini menyarankan beberapa jalur penelitian masa depan, termasuk mengeksplorasi kata-kata tabu di domain yang berbeda, menyelidiki implikasi sosial dan budaya mereka, memperluas ukuran sampel dan kelompok informan, serta menggunakan model analisis dan perspektif teoritis yang beragam.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif tentang kata-kata tabu di berbagai domain dalam bahasa Bali, dengan fokus pada implikasi sosial dan budaya. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana kata-kata tabu berbeda di berbagai domain dan bagaimana mereka mempengaruhi interaksi sosial dan budaya di masyarakat Bali. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki bagaimana kata-kata tabu digunakan dalam konteks religius dan upacara, serta bagaimana mereka berkontribusi pada pemeliharaan tradisi dan identitas budaya. Dengan menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif, penelitian ini dapat memberikan wawasan yang lebih dalam tentang peran kata-kata tabu dalam mempertahankan warisan budaya Bali. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis bagaimana kata-kata tabu digunakan dalam konteks lingkungan, terutama dalam hubungan manusia dengan alam. Studi ini dapat menyelidiki bagaimana kata-kata tabu mencerminkan hubungan antara manusia dan lingkungan, serta bagaimana mereka berkontribusi pada pemeliharaan keseimbangan ekologis dan kesadaran lingkungan di masyarakat Bali. Dengan menggabungkan perspektif ecolinguistik dan sociolinguistik, penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pemahaman kita tentang hubungan antara bahasa, budaya, dan lingkungan.

  1. Balinese Language Usage by Ethnic Bali Teens in Dangin Puri Village, East Denpasar Subdistrict, Denpasar... doi.org/10.22225/jr.4.2.633.171-180Balinese Language Usage by Ethnic Bali Teens in Dangin Puri Village East Denpasar Subdistrict Denpasar doi 10 22225 jr 4 2 633 171 180
  2. COLOR NOMENCLATURES IN BALINESE LANGUAGE WITHIN LINGUISTIC ANTHROPOLOGICAL PERSPECTIVE | Lawa Manuaba... doi.org/10.25078/ijhsrs.v5i2.3035COLOR NOMENCLATURES IN BALINESE LANGUAGE WITHIN LINGUISTIC ANTHROPOLOGICAL PERSPECTIVE Lawa Manuaba doi 10 25078 ijhsrs v5i2 3035
  3. Introducing Sociolinguistics - Refaad. introducing refaad bulletin advanced english studies journal author... refaad.com/Journal/Article/912Introducing Sociolinguistics Refaad introducing refaad bulletin advanced english studies journal author refaad Journal Article 912
  4. Teknik Pengambilan Sampel Umum dalam Metodologi Penelitian: Literature Review | Jurnal Ilmiah Pendidikan... journal.formosapublisher.org/index.php/jiph/article/view/937Teknik Pengambilan Sampel Umum dalam Metodologi Penelitian Literature Review Jurnal Ilmiah Pendidikan journal formosapublisher index php jiph article view 937
  5. A three-layered typology for the subtitling of taboo | John Benjamins. three layered typology subtitling... jbe-platform.com/content/journals/10.1075/babel.00283.xavA three layered typology for the subtitling of taboo John Benjamins three layered typology subtitling jbe platform content journals 10 1075 babel 00283 xav
Read online
File size169.49 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test