EDUJAVAREEDUJAVARE

Assoeltan: Indonesian Journal of Community Research and EngagementAssoeltan: Indonesian Journal of Community Research and Engagement

Visual narrative atau visual storytelling dapat juga dipahami sebagai menceritakan sebuah cerita menggunakan gambar. Sama seperti maknanya, visual narrative ini terstruktur dalam dua tahap, yaitu tahap narasi dan tahap visual. Pada tahap narasi, kita harus memulai dengan menyusun cerita yang memiliki alur atau garis cerita yang jelas mulai dari pesan pembuka atau pengantar, isi atau informasi utama, dan diakhiri dengan kesimpulan atau penutup. Tahap ini mungkin terdengar klise, tetapi tahap penyusunan cerita ini adalah bagian yang paling penting dalam persiapan visual narrative. Jika narasi dapat diselesaikan dengan baik dalam artian mampu memuat pesan dan memiliki struktur narasi yang mudah dipahami, maka visualisasi akan menjadi lebih mudah karena sudah memiliki referensi. Bahkan, dengan sebuah cerita yang baik, kita dapat memilih berbagai media visual yang sesuai dengan fungsinya. Sejak popularitas media sosial sebagai alternatif media untuk informasi dan interaksi di dunia digital, berbagai institusi publik, baik pemerintah maupun non-pemerintah, telah bergabung dalam timeline di media sosial. Berbeda dengan akun personal atau brand, akun media sosial yang dimiliki oleh institusi publik lebih berorientasi pada penyebaran konten komunikasi publik seperti penyebaran kebijakan, hasil studi, atau kampanye sosial yang mengandung ajakan.

Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di RPTRA Pola Idaman dengan tema Mendorong Kesadaran Lingkungan Melalui Narasi Visual dan Digital telah berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif.Kegiatan ini diawali dengan penyampaian materi oleh narasumber, Bapak Bobby Yuskar, M.Pd, yang memberikan pelatihan Percakapan Bahasa Inggris Dasar menggunakan Metode Simplifikasi Percakapan (MSP) 5W.Materi yang disampaikan berhasil menarik perhatian dan meningkatkan pemahaman peserta mengenai penggunaan narasi visual dan digital dalam kampanye lingkungan.Setelah pelaksanaan kegiatan, evaluasi dilakukan untuk mengukur efektivitas pelatihan.Evaluasi ini dilakukan melalui kuesioner yang diisi oleh para peserta.Hasil kuesioner menunjukkan bahwa sebagian besar peserta merasa materi yang disampaikan sangat bermanfaat dan membantu mereka memahami cara membuat konten visual digital yang efektif.Selain itu, mereka merasa lebih percaya diri dalam menggunakan media sosial untuk menyebarkan pesan-pesan lingkungan.Evaluasi ini juga menunjukkan bahwa metode penyampaian yang digunakan oleh narasumber efektif dalam menyampaikan materi kepada peserta.Penyusunan Laporan Akhir Kegiatan Pengabdian Masyarakat mencakup berbagai aspek penting, termasuk daftar absensi kehadiran, hasil kuesioner peserta, dokumentasi kegiatan, dan release media kegiatan pengabdian masyarakat.Laporan ini menunjukkan bahwa kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta tetapi juga memperkuat komunitas RPTRA Pola Idaman dalam upaya pelestarian lingkungan.Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi kegiatan pengabdian masyarakat di masa depan, serta mendorong partisipasi aktif dari berbagai lapisan masyarakat dalam menjaga dan melestarikan lingkungan melalui narasi visual dan digital.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan untuk melakukan studi komparatif antara efektivitas narasi visual dan narasi digital dalam kampanye lingkungan. Studi ini dapat mengeksplorasi apakah ada perbedaan signifikan dalam tingkat kesadaran dan partisipasi masyarakat ketika menggunakan narasi visual atau narasi digital. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari pelatihan pembuatan konten visual digital terhadap perilaku lingkungan peserta. Apakah pelatihan ini memiliki efek berkelanjutan dalam meningkatkan kesadaran dan tindakan pro-lingkungan di kalangan peserta? Studi longitudinal dapat dilakukan untuk mengukur perubahan perilaku dan kesadaran lingkungan peserta dalam jangka waktu yang lebih lama. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis peran media sosial dalam kampanye lingkungan. Bagaimana media sosial dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menjangkau audiens yang lebih luas dan menginspirasi perubahan perilaku positif terhadap lingkungan? Studi ini dapat mengeksplorasi strategi komunikasi yang efektif dalam media sosial untuk kampanye lingkungan.

Read online
File size379.58 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test