STKIPAHSINGARAJASTKIPAHSINGARAJA

Journal of Linguistic and Literature StudiesJournal of Linguistic and Literature Studies

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan kata-kata kasar oleh Nick, tokoh utama dalam film 30 Minutes or Less. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif deskriptif untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang penggunaan kata-kata kasar dalam film tersebut. Metode analisis konten digunakan untuk mengidentifikasi dan mengategorikan jenis kata-kata kasar yang digunakan oleh Nick. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nick menggunakan total 64 kata-kata kasar dalam film tersebut. Jenis vulgaritas mendominasi dengan frekuensi sebanyak 59 kali (92,19%), diikuti oleh obscenity dengan tiga kali (4,69%), lalu epithet dan profanity masing-masing satu kali (1,56%). Kata-kata kasar ini sering muncul dalam konteks ketegangan atau stres untuk mengekspresikan frustrasi. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kata-kata kasar oleh Nick memainkan peran penting dalam pembentukan karakter dan memperkaya narasi dalam film 30 Minutes or Less. Implikasi penelitian ini adalah bahwa penggunaan bahasa seperti ini tidak hanya menambah kedalaman karakter Nick tetapi juga meningkatkan keaslian dan keterlibatan film dalam menggambarkan situasi stres.

Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan kata-kata kasar oleh Nick memainkan peran penting dalam pembentukan karakter dan memperkaya narasi dalam film 30 Minutes or Less.Implikasi penelitian ini adalah bahwa penggunaan bahasa seperti ini tidak hanya menambah kedalaman karakter Nick tetapi juga meningkatkan keaslian dan keterlibatan film dalam menggambarkan situasi stres.Penelitian ini menemukan bahwa kata-kata kasar yang digunakan oleh Nick berkontribusi signifikan dalam membangun karakter dan memperkaya narasi film.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi penggunaan kata-kata kasar dalam genre film yang berbeda untuk memahami bagaimana konteks genrenya memengaruhi frekuensi dan jenis kata-kata kasar. Selain itu, studi tentang perbedaan penggunaan kata-kata kasar antara karakter laki-laki dan perempuan dalam film dapat memberikan wawasan baru tentang dinamika gender dalam bahasa. Terakhir, penelitian lebih lanjut tentang dampak psikologis penggunaan kata-kata kasar terhadap penonton, terutama anak-anak, dapat membantu memahami efek jangka panjang dari eksposur terhadap bahasa seperti ini dalam media. Ketiga saran ini dapat membuka arah studi yang lebih luas tentang peran bahasa dalam budaya dan komunikasi.

  1. THE EFFECTIVENESS OF HOT SEATING STRATEGY TO IMPROVE THE STUDENTS’ SPEAKING SKILL | Premise: Journal... doi.org/10.24127/pj.v9i1.2690THE EFFECTIVENESS OF HOT SEATING STRATEGY TO IMPROVE THE STUDENTSAo SPEAKING SKILL Premise Journal doi 10 24127 pj v9i1 2690
  2. Hurt feelings and four letter words: Swearing alleviates the pain of social distress - Philipp - 2017... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/ejsp.2264Hurt feelings and four letter words Swearing alleviates the pain of social distress Philipp 2017 onlinelibrary wiley doi 10 1002 ejsp 2264
  3. 0. keep wayback machine sign fight future letter texts audio software images donate archive log upload... journals.sagepub.com/doi/10.1177/0261927X166608300 keep wayback machine sign fight future letter texts audio software images donate archive log upload journals sagepub doi 10 1177 0261927X16660830
Read online
File size215.62 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test