STIKESEUBSTIKESEUB

Jurnal KebidananJurnal Kebidanan

Pasangan yang menikah di bawah umur disebut dengan pernikahan dini, umumnya terjadi ketika usia belum mencapai 17 tahun. Di Indonesia pernikahan dini sering terjadi, di desa dan kota. Penelitian bertujukan mengetahui pengaruh edukasi kesehatan reproduksi dalam meningkatkan pengetahuan dampak pernikahan dini di SMK Maarif NU 1 Bener. Penelitian kuantitatif pra eksperimental menggunakan desain one group pre test-post test. Jumlah Populasi 44 orang dan 30 responden sebagai sampel dengan teknik simple random sampling. Proses pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner. Data yang terkumpul dilakukan analisis secara univariat dan bivariat. Uji wilcoxon digunakan untuk analisis bivariat. Temuan penelitian menunjukkan sebelum edukasi dilakukan sebagian responden memiliki pengetahuan cukup 16 responden (53,3%) dan kurang 10 responden (33,3%). Setelah dilakukan edukasi terjadi peningkatan pengetahuan baik 18 responden (60%) dan cukup 12 responden (40%). Uji wilcoxon menghasilkan p value = 0,000. Hasil tersebut menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan. Kesimpulan penelitian terdapat pengaruh edukasi reproduksi dalam meningkatkan pengetahuan dampak pernikahan dini di SMK Maarif NU 1 Bener, Purworejo. Diharapkan terdapat edukasi berkelanjutan dengan melibatkan PMR menjadi tutor sebaya untuk meningkatkan pengetahuan dampak pernikahan dini.

Penelitian ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan reproduksi secara signifikan meningkatkan pengetahuan siswa SMK Maarif NU 1 Bener tentang dampak pernikahan dini.Hasil analisis statistik dengan uji Wilcoxon menghasilkan p‑value = 0,000, menegaskan adanya pengaruh positif dari intervensi edukasi.Oleh karena itu, disarankan agar program edukasi berkelanjutan dilaksanakan dengan melibatkan anggota PMR sebagai tutor sebaya.

Penelitian lanjutan dapat menyelidiki sejauh mana pengetahuan yang diperoleh tetap terjaga dalam jangka panjang, misalnya dengan melakukan survei tindak lanjut tiga sampai enam bulan setelah intervensi edukasi serta membandingkan perubahan pengetahuan pada periode tersebut dengan hasil pre‑test. Penelitian kedua dapat membandingkan efektivitas model edukasi yang melibatkan anggota PMR sebagai tutor sebaya dengan model yang dipimpin guru, dengan mengukur tingkat motivasi, kepuasan belajar, dan peningkatan skor pengetahuan secara simultan, sehingga dapat mengidentifikasi pendekatan yang paling optimal bagi remaja. Penelitian ketiga dapat memperluas fokus dari sekadar pengetahuan menjadi perubahan sikap dan perilaku terkait pernikahan dini, dengan menggunakan desain campuran kuantitatif‑kualitatif yang mencakup observasi kelas, wawancara mendalam, serta analisis perilaku setelah program edukasi, sehingga memberikan gambaran komprehensif tentang dampak edukasi pada pencegahan pernikahan dini. Selain itu, penelitian selanjutnya dapat memperluas sampel ke beberapa SMK di wilayah berbeda untuk menilai generalisasi temuan serta mengevaluasi pengaruh faktor sosio‑ekonomi dan budaya terhadap efektivitas edukasi. Semua saran ini diharapkan dapat memperkuat bukti ilmiah dan memberikan panduan kebijakan yang lebih tepat dalam upaya menurunkan angka pernikahan dini.

  1. Vol 6 No 1 (2025): Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences: April 2025 | Indonesian Journal... jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/IJNHS/issue/view/136Vol 6 No 1 2025 Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences April 2025 Indonesian Journal jurnal globalhealthsciencegroup index php IJNHS issue view 136
Read online
File size365.8 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test