STIKESEUBSTIKESEUB

Jurnal KebidananJurnal Kebidanan

Anemia selama kehamilan masih menjadi persoalan kesehatan masyarakat yang erat kaitannya dengan peningkatan risiko morbiditas pada ibu maupun bayi yang dikandungnya. Suplementasi zat besi dalam bentuk tablet Fe merupakan salah satu intervensi berbasis bukti ilmiah yang direkomendasikan sebagai strategi pencegahan anemia pada masa kehamilan. Namun, konsistensi kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsinya masih sangat bervariasi. Urgensi kepatuhan mengalami peningkatan signifikan pada trimester kedua dan ketiga seiring dengan meningkatnya kebutuhan zat besi untuk mendukung perkembangan janin secara optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis apakah terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat kepatuhan mengonsumsi tablet Fe dengan prevalensi anemia pada ibu hamil trimester II dan III yang memanfaatkan pendekatan analitik observasional dengan desain potong lintang (cross sectional). Subjek penelitian mencakup seluruh ibu hamil trimester II maupun III yang terdaftar di Puskesmas Jetis, dipilih secara purposive berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), sedangkan status anemia ditentukan berdasarkan kadar hemoglobin (Hb) dari hasil pemeriksaan laboratorium. Analisis hubungan antarvariabel menggunakan uji Chi-Square. Temuan deskriptif menunjukkan bahwa kelompok ibu hamil yang tidak patuh cenderung memiliki proporsi anemia lebih tinggi dibandingkan kelompok yang patuh. Namun demikian, hasil uji statistik menghasilkan nilai p = 0,277 (p > 0,05), yang berarti tidak ditemukan adanya hubungan yang bermakna secara statistik antara kepatuhan mengonsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester II–III di Puskesmas Jetis, Yogyakarta.

Analisis bivariat pada 47 ibu hamil trimester II‑III di Puskesmas Jetis menunjukkan tidak ada hubungan statistik signifikan antara kepatuhan mengonsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia (p = 0,277), meskipun kepatuhan tinggi (97,9%).Temuan menegaskan bahwa anemia pada kehamilan dipengaruhi oleh faktor multifaktorial seperti kualitas diet, kondisi medis, dan kemampuan absorpsi besi, sehingga kepatuhan suplementasi saja tidak cukup.Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan desain longitudinal dengan variabel tambahan (asupan gizi, status sosial‑ekonomi, dukungan keluarga, pengetahuan kesehatan) serta sampel yang lebih besar untuk memperkuat validitas eksternal.

Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas konseling gizi terintegrasi dengan suplementasi tablet Fe melalui uji coba terkontrol acak untuk menilai pengaruhnya terhadap prevalensi anemia pada ibu hamil trimester II‑III; selanjutnya, penting juga untuk menyelidiki bagaimana tingkat pengetahuan dan literasi kesehatan ibu berhubungan dengan kepatuhan mengonsumsi tablet Fe menggunakan pendekatan metode campuran, sehingga dapat mengidentifikasi faktor edukatif yang mempengaruhi perilaku kepatuhan; terakhir, sebuah studi kohort prospektif dapat menilai dampak status sosial‑ekonomi serta dukungan keluarga terhadap biomarker absorpsi besi dan kejadian anemia selama seluruh masa kehamilan, dengan tujuan memberikan gambaran komprehensif tentang determinan anemia yang melampaui faktor kepatuhan saja.

Read online
File size372.59 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test