IIESECOREIIESECORE

EDUCATIONEEDUCATIONE

Penelitian ini menggambarkan pengelolaan layanan kantin sekolah di SMP Negeri 19 Ambon serta meneliti bagaimana layanan tersebut mendukung kepuasan siswa, keamanan конфания, kesadaran gizi, dan lingkungan sekolah yang sehat. Motivasi penelitian dipicu oleh peran kantin sekolah sebagai layanan pendidikan khusus yang menyediakan makanan dan minuman sekaligus menjadi media pendidikan kesehatan, pembentukan karakter, dan interaksi sosial.خال. Metode yang digunakan adalah desain deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung fasilitas dan praktik layanan kantin, wawancara semi terstruktur dengan kepala sekolah, manajer kantin, guru pengawasan, petugas infrastruktur, serta perwakilan siswa, ditambah dokumentasi kebijakan sekolah dan catatan terkait kantin. Analisis data dilakukan melalui kondensasi, kategorisasi tematik, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan dukungan triangulasi sumber dan teknik. Hasil menunjukkan bahwa pengelolaan kantin di SMP Negeri 19 Ambon dilaksanakan melalui perencanaan dasar, pembentukan tim pengawas, operasi layanan makanan harian, pengendalian harga, dan pemantauan keamanan pangan. Siswa umumnya menyatakan kepuasan atas keterjangkauan, rasa, dan aksesibilitas makanan. Namun, masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, seperti keterbatasan ruang makan, jumlah meja dan kursi yang tidak mencukupi, kekurangan menu favorit, menu berbasis sayur, dan kebutuhan umpan balik siswa yang lebih sistematis. Penelitian menyimpulkan bahwa kantin telah memberikan kontribusi positif terhadap kesejahteraan siswa dan budaya kesehatan sekolah, namun pengelolaannya harus diperkuat melalui standar layanan tertulis, diversifikasi menu, peningkatan fasilitas, pendidikan gizi, dan evaluasi periodik kepuasan siswa.

Pengelolaan kantin SMP Negeri 19 Ambon berhasil diselenggarakan secara dasar melalui perencanaan, tim pengawas, dan operasional harian.Siswa menunjukkan kepuasan terhadap harga, rasa, dan ketersediaan makanan, namun ruang, tempat duduk, dan variasi menu masih kurang memadai.Untuk meningkatkan layanan, perlu dikuatkan standar tertulis, diversifikasi menu, fasilitas, edukasi gizi, dan evaluasi kepuasan secara berkala.

Pertama, perlu dipelajari pengaruh penyediaan ruang makan dan tempat duduk yang memadai terhadap kepuasan siswa dan asupan nutrisi melalui pendekatan campuran kuantitatif‑kualitatif. Kedua, dapat dikembangkan sistem umpan balik yang terstruktur, misalnya kuesioner digital dan kotak saran, untuk menilai efektivitas variasi menu dan edukasi gizi serta dampaknya terhadap pemilihan makanan sehat. Ketiga, penelitian lanjutan dapat mengevaluasi penerapan platform monitoring digital (aplikasi manajemen inventaris dan keamanan makanan) dalam meningkatkan kepatuhan terhadap standar keamanan pangan dan efisiensi operasional kantin sekolah. Dengan tiga arah studi tersebut, diharapkan pengelolaan kantin dapat lebih responsif terhadap kebutuhan siswa, menambah nilai edukatif, serta memperkuat budaya kesehatan di lingkungan sekolah.

Read online
File size160.88 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test