IIESECOREIIESECORE

EDUCATIONEEDUCATIONE

Ketakutan akan melewatkan sesuatu (FoMO) menjadi fenomena psikologis yang semakin relevan dalam era digital, termasuk di kalangan orang tua yang aktif menggunakan Facebook. Rasa percaya diri mungkin terkait dengan FoMO karena individu dengan evaluasi diri yang rendah cenderung mencari validasi eksternal dan tetap terhubung dengan informasi sosial. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi hubungan antara rasa percaya diri dan FoMO di kalangan orang tua pengguna Facebook di Kota Salatiga. Desain kuantitatif korelasional digunakan dengan sampel 335 orang tua berusia 18-60 tahun. Hasil menunjukkan hubungan negatif signifikan antara rasa percaya diri dan FoMO (rho = -0.156, p = 0.004), meskipun hubungan tersebut sangat lemah. Oleh karena itu, rasa percaya diri tidak boleh dianggap sebagai satu-satunya faktor psikologis yang terkait dengan FoMO. Faktor-faktor lain seperti intensitas penggunaan Facebook, perbandingan sosial, kesepian, kecemasan sosial, dan validasi digital mungkin juga berkontribusi pada FoMO. Temuan ini memberikan dasar empiris untuk program kesejahteraan digital yang menggabungkan penguatan rasa percaya diri dengan literasi digital dan strategi pengaturan diri.

Penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan negatif signifikan antara rasa percaya diri dan FoMO di kalangan orang tua pengguna Facebook di Kota Salatiga (rho = -0.Namun, hubungan tersebut sangat lemah, sehingga hasilnya harus diinterpretasikan sebagai asosiasi terbatas daripada bukti efek psikologis yang kuat.Rasa percaya diri relevan untuk memahami FoMO di kalangan orang tua, tetapi tidak cukup sebagai satu-satunya faktor penjelas.FoMO di kalangan orang tua mungkin juga dipengaruhi oleh intensitas penggunaan media sosial, perbandingan sosial, validasi digital, kesepian, kecemasan, dan peran sosial orang tua dalam jaringan keluarga dan komunitas.Upaya praktis untuk mengurangi FoMO sebaiknya menggabungkan pengembangan rasa percaya diri dengan literasi digital, penggunaan media sosial reflektif, dan strategi pengaturan diri.Penelitian lanjutan perlu mengeksplorasi prediktor yang lebih luas dan menggunakan pendekatan longitudinal atau campuran untuk menjelaskan dinamika psikologis FoMO di kalangan populasi orang tua.

Penelitian lanjutan perlu menggali hubungan kausal antara rasa percaya diri dan FoMO melalui desain longitudinal untuk memahami arah pengaruhnya secara lebih jelas. Selain itu, penelitian bisa mengkaji peran faktor lain seperti intensitas penggunaan media sosial atau kebiasaan perbandingan sosial dalam memprediksi tingkat FoMO di kalangan orang tua. Terakhir, studi dapat memperluas sampel ke wilayah lain atau kelompok demografis yang beragam untuk memastikan generalisasi temuan ini lebih luas.

Read online
File size150.66 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test