RIAURIAU

IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan InovasiIPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi

Kualitas tepung sagu yang masih rendah hingga saat ini masih menjadi permasalahan utama industri pengolahan tepung sagu di Provinsi Riau. Hal ini berdampak pada rendahnya nilai tambah dan daya saing produk sagu. Untuk memperoleh solusi terhadap permasalahan ini maka diperlukan kolaborasi/kemitraan antara akademisi, pelaku usaha (bisnis), pemerintah, dan masyarakat (komunitas) sagu (ABG C). Salah satu upaya untuk pengembangan produk sagu yakni merumuskan . Tujuan dari kegiatan ini adalah menyusun rencana implementasi model pengembangan klaster inovasi sagu. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah survei lapang dan Focus Group Discussion (FGD). Survei lapang dilakukan kepada petani sagu dan kilang sagu sebanyak 32 sampel, sedangkan FGD dilakukan terhadap stakeholders (instansi pemerintah, pengusaha sagu, petani/pemilik kilang sagu). Hasil kajian menunjukkan bahwa pengembangan industri berbasis klaster inovasi harus diimplementasikan secara berkelanjutan melalui kegiatan utama: 1) Pembangunan dan Pengembangan Kilang Tepung Sagu Kering, 2) Pelatihan dan Pendampingan Teknologi dan Manajerial, 3) Penumbuhan Industri Hilir Turunan Tepung Sagu.

Kebijakan pengembangan sagu sebagai produk unggulan daerah memerlukan kolaborasi/kemitraan antara akademisi, pelaku usaha (bisnis), pemerintah, dan masyarakat (komunitas) sagu (ABG C).Fokus pengembangan teknologi sagu Provinsi Riau adalah.a) Tepung sagu basah menjadi tepung sagu kering, b) Mie sagu basah menjadi mie sagu instan, c) Tepung sagu menjadi gula sagu cair dan gula sagu bubuk.Pengembangan klaster industri sagu berbasis inovasi diimplementasikan secara berkelanjutan melalui kegiatan.a) Pembangunan dan Pengembangan Kilang Tepung Sagu Kering, b) Pelatihan dan Pendampingan Teknologi dan Manajerial, c) Penyusunan Peraturan Penetapan Harga Tual Sagu, d) Penumbuhan Industri Hilir Turunan Tepung Sagu.

1. Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan teknologi pengolahan tepung sagu menjadi produk bernilai tambah seperti gula sagu kristal atau mie sagu dengan kemasan ramah lingkungan. 2. Studi tentang optimalisasi kemitraan antara petani sagu, pengusaha, dan pemerintah daerah untuk meningkatkan efisiensi rantai pasok dan kualitas bahan baku. 3. Penelitian mengenai dampak ekonomi dan sosial dari pembentukan klaster inovasi sagu terhadap peningkatan pendapatan petani dan pengembangan UMKM di Kabupaten Kepulauan Meranti dan Indragiri Hilir.

Read online
File size687.32 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test