UKINSTITUTEUKINSTITUTE

Nusantara Journal of Behavioral and Social ScienceNusantara Journal of Behavioral and Social Science

Trauma antar generasi telah diakui sebagai faktor psikologis signifikan yang memengaruhi hasil kesehatan mental lintas generasi. Studi ini meneliti pengaruh trauma antar generasi dan hubungan keluarga terhadap kesejahteraan mental kaum muda di Indonesia. Sebanyak 103 partisipan direkrut melalui pengambilan sampel acak dan menyelesaikan versi adaptasi bahasa Indonesia dari Historical Intergenerational Trauma Transmission Questionnaire (HITT-Q), the General Functioning of Family scale, dan the Warwick-Edinburgh Mental Well-being Scale (WEMWBS). Hasil dari analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa model regresi secara keseluruhan signifikan secara statistik, F(2, 100) = 29,36, p < .001. Namun, hanya trauma antar generasi yang memiliki efek independen signifikan (B = –0,18, p < .001), menunjukkan bahwa tingkat trauma yang diwariskan lebih tinggi dikaitkan dengan kesejahteraan mental yang lebih rendah. Fungsi keluarga tidak menunjukkan efek independen yang signifikan (B = 0,05, p = .739). Analisis deskriptif juga mengungkapkan bahwa 77,7% peserta dikategorikan memiliki tingkat kesejahteraan mental yang rendah. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya mengatasi trauma antar generasi dalam upaya meningkatkan hasil kesehatan mental, terutama kesejahteraan mental di kalangan dewasa muda di Indonesia.

Penelitian ini menunjukkan bahwa trauma antargenerasi secara signifikan memengaruhi kesejahteraan mental dewasa muda di Indonesia, sementara fungsi keluarga tidak memiliki efek independen.Temuan ini mengindikasikan bahwa pengalaman emosional yang diwariskan dari generasi sebelumnya tetap menjadi penentu utama kesehatan psikologis, khususnya ketika komunikasi keluarga mengenai trauma masa lalu terbatas.Penguatan psikoedukasi keluarga dan dialog intergenerasi dapat menjadi pendekatan efektif untuk mencegah kelanjutan dampak psikologis trauma serta meningkatkan kesejahteraan mental pada dewasa muda Indonesia.

Penelitian selanjutnya dapat menguji secara longitudinal bagaimana trauma antargenerasi memengaruhi kesejahteraan mental pada individu Indonesia selama periode waktu yang lebih panjang, sehingga dapat mengidentifikasi pola perubahan dan faktor protektif yang muncul seiring waktu. Selanjutnya, studi kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk mengeksplorasi mekanisme komunikasi keluarga yang menyalurkan trauma, termasuk peran nilai budaya seperti kolektivisme dan rasa hormat kepada orang tua, guna memahami bagaimana narasi keluarga membentuk pengalaman emosional generasi muda. Terakhir, penelitian eksperimental yang menguji efektivitas program psikoedukasi keluarga dan dialog intergenerasi sebagai intervensi dapat menilai dampaknya terhadap penurunan tingkat trauma yang diturunkan serta peningkatan kesejahteraan mental, dengan membandingkan kelompok yang menerima intervensi versus kelompok kontrol. Selain itu, pendekatan metode campuran yang menggabungkan data kuantitatif longitudinal dengan wawancara kualitatif dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai faktor-faktor yang memediasi atau memoderasi hubungan antara trauma antargenerasi dan kesejahteraan mental.

Read online
File size224.44 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test