SADRASADRA

Kanz Philosophia: A Journal for Islamic Philosophy and MysticismKanz Philosophia: A Journal for Islamic Philosophy and Mysticism

Bangkitnya terorisme global menjadi tantangan kritis bagi perdamaian dan stabilitas dunia, yang didorong oleh ideologi‑ideologi pemecah belah yang mempromosikan kebencian dan kekerasan. Kebutuhan akan kerangka kerja alternatif yang dapat meningkatkan pemahaman, toleransi, dan rekonsiliasi semakin meningkat. Makalah ini mengeksplorasi doktrin filsafat sufi sebagai antidot yang kuat terhadap terorisme global, dengan menelaah prinsip‑prinsip dan praktiknya dalam memupuk perdamaian serta melawan ideologi ekstremis. Sebuah tinjauan literatur komprehensif mengenai filsafat sufi, mistikisme Islam, dan strategi kontra‑terorisme dilakukan untuk menjelaskan bagaimana tasawuf mempromosikan perdamaian dan menolak narasi ekstremis. Temuan menunjukkan bahwa filsafat sufi mengandung prinsip cinta, kasih sayang, dan pencerahan spiritual yang efektif melawan retorika kebencian dan kekerasan yang disebarkan kelompok ekstremis. Ajaran sufi menekankan keterhubungan seluruh umat manusia, menumbuhkan budaya toleransi, pemahaman, dan rasa hormat timbal balik. Dengan menekankan kasih, belas kasihan, serta pencerahan spiritual, sufi menawarkan kerangka transformasional untuk menangani penyebab mendasar terorisme, yaitu ketidaktahuan, ketakutan, dan keterasingan.

Setelah meninjau literatur yang relevan, penulis berpendapat bahwa tasawuf dapat menjadi jawaban dalam memerangi terorisme melalui promosi nilai‑nilai humanistik Islam seperti perdamaian, kebebasan, kebaikan, amal, persaudaraan, modernitas, humanisme, dan penghormatan terhadap perbedaan pendapat.Tasawuf melampaui batas kelas, agama, kasta, kepercayaan, dan sekte, sehingga memperoleh penerimaan yang luas di antara umat Muslim maupun non‑Muslim, dan dapat mengurangi terorisme dengan menanamkan nilai‑nilai Islam yang sah dalam hati dan pikiran individu yang tersesat.Filsafat sufi juga menumbuhkan perdamaian batin serta pemenuhan spiritual, mengatasi penyebab akar ekstremisme dengan menawarkan jalur kesadaran diri dan pencerahan, serta mempromosikan empati, pemahaman, dan narasi alternatif yang menentang retorika kebencian kelompok ekstremis.

Penelitian selanjutnya dapat menguji secara empiris pengaruh praktik tasawuf, seperti dhikr dan meditasi, terhadap tingkat radikalisasi individu melalui studi longitudinal di komunitas Muslim di beberapa negara. Penelitian selanjutnya juga dapat menyelidiki peran lembaga pendidikan sufi dalam membangun toleransi antaragama dengan membandingkan program interfaith yang diterapkan oleh berbagai tarekat sufi di wilayah multikultural. Selanjutnya, evaluasi efektivitas kebijakan publik yang mengintegrasikan nilai‑nilai sufi ke dalam program kontra‑terorisme dapat dilakukan melalui analisis kebijakan dan wawancara dengan pembuat kebijakan di negara yang telah mengadopsi pendekatan tersebut. Penelitian‑penelitian ini diharapkan dapat mengisi kekosongan data kuantitatif, memperluas pemahaman tentang mekanisme psikologis yang mendasari perubahan sikap, serta memberikan rekomendasi praktis bagi pemerintah dan organisasi kemanusiaan dalam upaya pencegahan terorisme berbasis nilai spiritual.

  1. The Role and Significance of Taṣawwuf in Modern-Day Crisis | Teosofia: Indonesian Journal of Islamic... doi.org/10.21580/tos.v11i1.12030The Role and Significance of Taawwuf in Modern Day Crisis Teosofia Indonesian Journal of Islamic doi 10 21580 tos v11i1 12030
Read online
File size428.97 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test