STIKESHT TPISTIKESHT TPI

Jurnal Pengabdian MasyarakatJurnal Pengabdian Masyarakat

Masyarakat nelayan di wilayah pesisir memiliki risiko tinggi mengalami gangguan kesehatan kulit akibat paparan lingkungan maritim seperti air laut, sinar matahari, kelembapan tinggi, dan bahan kimia mesin secara terus-menerus. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan nelayan mengenai jenis-jenis penyakit kulit, faktor risiko, dan upaya pencegahannya, serta mendeteksi dini kasus gangguan kulit di Wilayah Pesisir Senggarang. Sasaran kegiatan adalah 50 orang nelayan di wilayah kerja Puskesmas Kampung Bugis/Pustu Senggarang. Metode yang digunakan meliputi pendidikan kesehatan (penyuluhan interaktif), pembagian media edukasi (leaflet), diskusi, serta pemeriksaan kesehatan gratis. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan nelayan yang signifikan; persentase tingkat pengetahuan kategori Baik meningkat dari 60% sebelum edukasi menjadi 85% setelah edukasi. Selain itu, pemeriksaan fisik berhasil mendeteksi 3 peserta yang menunjukkan tanda-tanda klinis mengarah pada dermatitis. Evaluasi pasca-kegiatan menunjukkan tingginya antusiasme nelayan dalam mengadopsi perilaku hidup sehat dan penggunaan alat pelindung diri (APD). Edukasi dan pemeriksaan kesehatan berkala sangat direkomendasikan untuk menekan prevalensi dermatitis akibat kerja pada masyarakat maritim.

Kegiatan pengabdian masyarakat berhasil meningkatkan pengetahuan nelayan tentang penyakit kulit, dengan persentase kategori Baik naik dari 60% menjadi 85%.pemeriksaan preventif secara dini mendeteksi tiga nelayan yang mengalami dermatitis terkait pekerjaan maritim.dan diperlukan kolaborasi berkelanjutan antara institusi pendidikan, masyarakat nelayan, serta Puskesmas untuk memastikan kepatuhan penggunaan alat pelindung diri dan akses air bersih demi kesehatan wilayah pesisir Senggarang.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji efektivitas program edukasi kesehatan berkala dalam mempertahankan pengetahuan dan mengubah perilaku pencegahan dermatitis pada nelayan selama setidaknya satu tahun, dengan mengukur perubahan skor pengetahuan dan kepatuhan penggunaan alat pelindung diri; selanjutnya, uji coba penggunaan peralatan pelindung khusus, seperti sarung tangan kedap air dan pakaian anti-UV, dapat dievaluasi melalui studi eksperimental untuk menentukan pengaruhnya terhadap penurunan insiden dermatitis pada pekerja maritim; terakhir, studi longitudinal yang melibatkan pengukuran eksposur lingkungan (misalnya kadar garam, intensitas sinar UV, dan kontaminan kimia) serta biomarker kulit dapat memberikan gambaran hubungan kuantitatif antara faktor-faktor risiko tersebut dan perkembangan masalah kulit pada komunitas nelayan, sehingga mendukung kebijakan kesehatan kerja yang lebih tepat sasaran.

Read online
File size506.23 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test