ULBULB
JURNAL ILMIAH ADVOKASIJURNAL ILMIAH ADVOKASIKeterlibatan tenaga medis dalam praktik aborsi ilegal menimbulkan persoalan hukum yang kompleks karena bertentangan dengan kewajiban profesi untuk memberikan pelayanan kesehatan sesuai standar etik, standar profesi, dan ketentuan peraturan perundang-undangan. Meskipun Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan memperbolehkan tindakan aborsi dalam keadaan tertentu, pelaksanaannya dibatasi secara ketat melalui persyaratan indikasi kedaruratan medis, kompetensi tenaga medis, serta prosedur pelayanan kesehatan yang ditentukan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemenuhan unsur indikasi kedaruratan medis serta pertimbangan hakim mengenai tidak diterapkannya pidana tambahan dalam Putusan Nomor 36/Pid.Sus/2024/PN Dps. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif yang bersifat deskriptif-analitis dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan kasus (case approach), dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Bahan hukum primer berupa Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024, serta Putusan Nomor 36/Pid.Sus/2024/PN Dps dianalisis secara kualitatif melalui interpretasi hukum dan analisis yuridis terhadap pertimbangan hakim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan aborsi yang dilakukan terdakwa tidak memenuhi unsur indikasi kedaruratan medis karena tidak terdapat kondisi yang mengancam keselamatan ibu maupun janin, tidak dilaksanakan oleh dokter yang memiliki kompetensi dan kewenangan sesuai ketentuan hukum, serta tidak memenuhi prosedur pelayanan kesehatan yang dipersyaratkan dalam peraturan perundang-undangan. Penelitian ini juga menemukan bahwa pidana tambahan berupa pencabutan hak menjalankan profesi tidak diterapkan karena terdakwa tidak memiliki Surat Tanda Registrasi (STR), Surat Izin Praktik (SIP), maupun kewenangan profesional yang secara hukum dapat dicabut sebagaimana dimaksud dalam ketentuan pidana. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis komprehensif mengenai hubungan antara pemenuhan unsur indikasi kedaruratan medis, kewenangan profesi tenaga medis, dan penerapan pidana tambahan dalam perspektif perubahan rezim hukum kesehatan pasca berlakunya Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Temuan penelitian menegaskan pentingnya penerapan hukum yang konsisten terhadap praktik aborsi ilegal melalui penafsiran yang tepat mengenai indikasi kedaruratan medis serta penguatan pengawasan terhadap kompetensi tenaga medis guna mewujudkan kepastian hukum, perlindungan pasien, dan akuntabilitas profesi kesehatan.
Penelitian ini menemukan bahwa tindakan aborsi dalam Putusan Nomor 36/Pid.Sus/2024/PN Dps tidak memenuhi indikasi kedaruratan medis maupun persyaratan prosedural dan kompetensi tenaga medis sesuai UU No.Tidak diterapkannya pidana tambahan pencabutan hak profesi disebabkan terdakwa tidak memiliki STR, SIP, atau kewenangan profesional yang sah, sejalan dengan prinsip legalitas pemidanaan.Studi ini menekankan pentingnya harmonisasi regulasi dan penguatan pengawasan terhadap tenaga medis untuk menjamin kepastian hukum, perlindungan pasien, dan akuntabilitas profesi dalam mencegah praktik aborsi ilegal berulang.
Penelitian selanjutnya dapat memperluas fokus dengan tidak hanya menganalisis satu putusan pengadilan, tetapi juga melibatkan studi komparatif terhadap berbagai kasus tindak pidana aborsi yang melibatkan tenaga medis di berbagai daerah di Indonesia. Dengan demikian, kita bisa melihat apakah ada perbedaan interpretasi hakim mengenai indikasi kedaruratan medis atau penerapan pidana tambahan, serta mengidentifikasi pola atau tantangan umum yang mungkin muncul dalam praktik peradilan secara lebih luas. Hal ini penting untuk menciptakan kepastian hukum dan perlakuan yang adil di seluruh wilayah. Selain itu, akan sangat bermanfaat untuk meneliti bagaimana pemahaman dokter dan tenaga medis lainnya, terutama mereka yang berpraktik di fasilitas kesehatan primer, terhadap definisi indikasi kedaruratan medis yang diatur dalam undang-undang yang baru. Apakah ada kesenjangan antara pemahaman hukum formal dengan praktik medis di lapangan, dan bagaimana hal ini memengaruhi keputusan mereka dalam menangani kasus-kasus terkait aborsi? Studi ini juga bisa menggali hambatan yang dihadapi tenaga medis dalam memenuhi prosedur layanan kesehatan yang dipersyaratkan oleh regulasi, termasuk dalam hal kepemilikan STR dan SIP. Terakhir, penting untuk mengevaluasi efektivitas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 dalam mencegah praktik aborsi ilegal dan meningkatkan akuntabilitas tenaga medis. Apakah regulasi baru ini telah berhasil menekan angka aborsi ilegal dan penyalahgunaan profesi? Bagaimana sistem pengawasan dan registrasi profesi tenaga medis pasca berlakunya undang-undang ini bekerja di lapangan, dan apa saja upaya yang bisa dilakukan pemerintah serta organisasi profesi untuk memperkuat pengawasan agar kasus serupa tidak terulang?.
- ANALISIS TINJAUAN TERHADAP TINDAK PIDANA ABORSI BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NO 36 TAHUN 2009 KESEHATAN... ejournal.stih-awanglong.ac.id/index.php/csj/article/view/1074ANALISIS TINJAUAN TERHADAP TINDAK PIDANA ABORSI BERDASARKAN UNDANG UNDANG NO 36 TAHUN 2009 KESEHATAN ejournal stih awanglong ac index php csj article view 1074
- Estimating the Incidence of Induced Abortion in Java, Indonesia, 2018 on JSTOR. estimating incidence... jstor.org/stable/10.1363/46e0220Estimating the Incidence of Induced Abortion in Java Indonesia 2018 on JSTOR estimating incidence jstor stable 10 1363 46e0220
| File size | 420.73 KB |
| Pages | 15 |
| DMCA | Report |
Related /
ULBULB Perkembangan teknologi informasi telah mendorong pesatnya pertumbuhan electronic commerce (e-commerce) sebagai sarana transaksi perdagangan yang memberikanPerkembangan teknologi informasi telah mendorong pesatnya pertumbuhan electronic commerce (e-commerce) sebagai sarana transaksi perdagangan yang memberikan
ULBULB Kondisi tersebut menyebabkan pemerintah daerah belum menjalankan fungsi strategisnya dalam menjaga stabilitas sosial dan melindungi kepentingan masyarakatKondisi tersebut menyebabkan pemerintah daerah belum menjalankan fungsi strategisnya dalam menjaga stabilitas sosial dan melindungi kepentingan masyarakat
ULBULB Perbedaan penerapan dasar hukum dalam perkara persetubuhan yang melibatkan anak menunjukkan adanya disparitas ratio decidendi hakim, meskipun perkara yangPerbedaan penerapan dasar hukum dalam perkara persetubuhan yang melibatkan anak menunjukkan adanya disparitas ratio decidendi hakim, meskipun perkara yang
STIHALBANNASTIHALBANNA Dengan demikian, putusan yang sejalan dengan UU SPPA bukan hanya menegakkan hukum terhadap tindak pidana berat, tetapi juga memastikan pemidanaan tidakDengan demikian, putusan yang sejalan dengan UU SPPA bukan hanya menegakkan hukum terhadap tindak pidana berat, tetapi juga memastikan pemidanaan tidak
E SIBERE SIBER Pengaturan alat elektronik sebagai alat pembuktian mendapat perhatian khusus dalam legislasi nasional pasca-reformasi, di mana alat elektronik tersebutPengaturan alat elektronik sebagai alat pembuktian mendapat perhatian khusus dalam legislasi nasional pasca-reformasi, di mana alat elektronik tersebut
MEJAILMIAHMEJAILMIAH Oleh karena itu, diperlukan hukuman yang lebih berat serta peningkatan peran polisi dan lembaga terkait untuk memastikan perlindungan yang efektif danOleh karena itu, diperlukan hukuman yang lebih berat serta peningkatan peran polisi dan lembaga terkait untuk memastikan perlindungan yang efektif dan
UMRAHUMRAH Hasil pembahasan menunjukkan bahwa Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 91/PUU-XVIII Tentang Uji Materi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta KerjaHasil pembahasan menunjukkan bahwa Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 91/PUU-XVIII Tentang Uji Materi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja
UMRAHUMRAH Hampir seluruh hal berkaitan dengan teknologi, tidak terkecuali prostitusi yang masuk ke ranah media online dengan banyaknya oknum-oknum tertangkap melakukanHampir seluruh hal berkaitan dengan teknologi, tidak terkecuali prostitusi yang masuk ke ranah media online dengan banyaknya oknum-oknum tertangkap melakukan
Useful /
UNPADUNPAD Hasil analisis yang penulis lakukan menunjukkan bahwa peranan CD Workers dalam penanganan masalah ini adalah sebagai facilitative roles, educational roles,Hasil analisis yang penulis lakukan menunjukkan bahwa peranan CD Workers dalam penanganan masalah ini adalah sebagai facilitative roles, educational roles,
USBYPKPUSBYPKP fondasi pracetak (model F1) dengan persentase sebesar 28,9%, fondasi bore piles (model F3) sebesar 28,1%, fondasi pipa baja (model F2) sebesar 22,5%, danfondasi pracetak (model F1) dengan persentase sebesar 28,9%, fondasi bore piles (model F3) sebesar 28,1%, fondasi pipa baja (model F2) sebesar 22,5%, dan
USBYPKPUSBYPKP Suhu kandang akan semakin cepat naik ketika suhu lingkungan semakin besar, dan sebaliknya suhu kandang akan semakin lama naik ketika suhu lingkungan semakinSuhu kandang akan semakin cepat naik ketika suhu lingkungan semakin besar, dan sebaliknya suhu kandang akan semakin lama naik ketika suhu lingkungan semakin
UMSUMS Kalkulasi IVM menghasilkan peta kerentanan longsor pada bagian utara dan timur Kabupaten Purworejo. Hasil pemodelan spasial menggunakan metode IVM berhasilKalkulasi IVM menghasilkan peta kerentanan longsor pada bagian utara dan timur Kabupaten Purworejo. Hasil pemodelan spasial menggunakan metode IVM berhasil