FMIPAUKITFMIPAUKIT

Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical)Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas daya hambat anggur laut (Caulerpa racemosa) terhadap pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes, yaitu bakteri yang dapat menyebabkan jerawat pada kulit manusia. Anggur laut merupakan salah satu rumput laut yang mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid dan alkaloid yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental di laboratorium dengan metode difusi agar menggunakan kertas cakram. Sampel anggur laut diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian diuji pada beberapa konsentrasi yaitu 100, 200, 300, dan 400 µg/disk. Aquades digunakan sebagai kontrol negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak anggur laut mampu menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes dengan diameter zona hambat antara 33,9–41,2 mm. Zona hambat terbesar diperoleh pada konsentrasi 400 µg/disk. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa anggur laut (Caulerpa racemosa) memiliki aktivitas antibakteri yang sangat kuat terhadap bakteri Propionibacterium acnes dan berpotensi sebagai bahan antibakteri alami.

Ekstrak Caulerpa racemosa menunjukkan aktivitas antibakteri yang sangat kuat terhadap Propionibacterium acnes pada semua konsentrasi yang diuji, dengan diameter zona hambat berkisar antara 33,9 mm hingga 41,2 mm.Terdapat korelasi positif yang jelas antara peningkatan konsentrasi ekstrak dan besarnya zona hambat, dimana konsentrasi tertinggi (400 µg/disc) menghasilkan efek inhibisi paling besar.Analisis statistik mengungkapkan perbedaan yang signifikan antar perlakuan konsentrasi (p = 0,014 pada uji Kruskal‑Wallis) dan konfirmasi perbedaan tersebut oleh uji post hoc Mann‑Whitney.

Penelitian selanjutnya dapat difokuskan pada identifikasi dan karakterisasi senyawa flavonoid serta alkaloid spesifik yang berkontribusi pada aktivitas antibakteri Caulerpa racemosa terhadap Propionibacterium acnes, menggunakan teknik kromatografi dan uji bioaktivitas molekuler untuk memahami mekanisme kerja pada tingkat seluler. Selain itu, diperlukan evaluasi in vivo pada model kulit manusia atau uji klinis terkontrol untuk menilai keamanan, efektivitas, dan formulasi optimal (misalnya gel, krim, atau patch) ekstrak ini dalam pengobatan jerawat, serta membandingkannya dengan terapi standar yang ada. Selanjutnya, studi tentang potensi sinergi antara ekstrak Caulerpa racemosa dan antibiotik konvensional dapat memberikan wawasan mengenai strategi pengurangan resistensi antibiotik pada Propionibacterium acnes, dengan merancang percobaan kombinasi dosis dan mengukur efek antibakteri serta perubahan resistensi mikroba.

Read online
File size374.24 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test