UBUB

The Journal of Experimental Life ScienceThe Journal of Experimental Life Science

Preekalampsia merupakan gangguan kehamilan berakibat mengancam jiwa yang terdiagnosis setelah usia kehamilan 20 minggu, ditandai oleh hipertensi (≥140/90 mmHg) dan sering disertai proteinuria (≥300 mg/24 jam). Kondisi ini menimbulkan ketidakseimbangan faktor angiogenik, meningkatkan tingkat sFlt‑1 yaitu reseptor anti‑angiogenik yang mengikat VEGF‑A, sehingga menurunkan ekspresi protein VEGF‑A. Penurunan ini memicu hipoksia hati dan kerusakan hepatosit. Andalamiman (Zanthoxylum acanthopodium DC.) kaya akan komponen bioaktif dan dianggap sebagai alternatif terapi preeklampsia berpotensi hepatoprotektif, anti‑inflamasi, serta modulator angiogenesis. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi perubahan ekspresi protein VEGF‑A di hati model tikus preeklampsia yang dibagi menjadi empat kelompok dengan perawatan ekstrak biji Andaliman. Protein diisolasi dari hati kemudian diukur menggunakan metode Bradford, dipisahkan melalui SDS‑PAGE, dan dianalisis intensitasnya melalui Western blotting. Hasil menunjukkan bahwa kelompok preeklampsia memiliki ekspresi VEGF‑A yang lebih rendah (0,67 ± 0,28) dibandingkan kelompok kontrol (1,00). Dosis ekstrak Andaliman 100 mg kg⁻¹ memberikan pemulihan ekspresi VEGF‑A yang lebih baik (0,96 ± 0,08) dibandingkan dosis 200 mg kg⁻¹ (0,78 ± 0,24). Temuan ini menunjukkan potensi ekstrak biji Andaliman, khususnya pada dosis 100 mg kg⁻¹, sebagai agen hepatoprotektif dengan memulihkan ekspresi VEGF‑A dalam preeklampsia.

Berdasarkan temuan studi ini, preeklampsia secara signifikan menurunkan ekspresi VEGF‑A pada hati ibu pada model tikus.Pengobatan dengan ekstrak biji Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium) mampu mengembalikan ekspresi VEGF‑A, dimana dosis 100 mg kg⁻¹ BW menunjukkan efektivitas lebih tinggi dibandingkan dosis 200 mg kg⁻¹ BW.Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak Andaliman dapat membantu memulihkan sintesis protein hepatik dan menyeimbangkan sinyal angiogenik melalui komponen bioaktif seperti resveratrol.

Penelitian selanjutnya dapat meneliti efek jangka panjang pengobatan Andaliman pada fungsi hepatik tikus preeklampsia setelah persalinan untuk menilai apakah pemulihan ekspresi VEGF‑A bersifat berkelanjutan. Selain itu, studi dapat mengevaluasi dampak Andaliman terhadap organ pendukung lain yang terpengaruh oleh preeklampsia, seperti ginjal dan plasenta, guna mengetahui apakah mekanisme anti‑sFlt‑1 dan peningkatan VEGF‑A juga terjadi pada jaringan tersebut. Terakhir, peneliti dapat mengkaji hubungan dosis‑respons Andaliman pada rentang dosis lebih rendah, misalnya 25 mg kg⁻¹ dan 50 mg kg⁻¹, serta uji kombinasi dengan agen anti‑sFlt‑1 sintetis, untuk menilai apakah sinergi dapat meningkatkan pemulihan angiogenik lebih optimal dan mengurangi risiko komplikasi maternal. Penelitian ini diharapkan dapat memperluas pemahaman tentang mekanisme hepatoprotektif Andaliman dan menyiapkan dasar terapi yang lebih aman serta efektif bagi ibu hamil yang mengalami preeklampsia.

  1. Western Blotting (WB) Technique Guideline for Separation and Isolation of Protein | Bioscientia Medicina... bioscmed.com/index.php/bsm/article/view/229Western Blotting WB Technique Guideline for Separation and Isolation of Protein Bioscientia Medicina bioscmed index php bsm article view 229
  2. Pengaruh Paparan Ekstrak Biji Klabet (Trigonella foenum-graecum L.) Terhadap Kadar Hemoglobin, Indeks... ejournal.uki.ac.id/index.php/prolife/article/view/3476Pengaruh Paparan Ekstrak Biji Klabet Trigonella foenum graecum L Terhadap Kadar Hemoglobin Indeks ejournal uki ac index php prolife article view 3476
  3. Characteristics of liver function in patients with preeclampsia - Zhestkova - Journal of obstetrics and... doi.org/10.17816/JOWD409413Characteristics of liver function in patients with preeclampsia Zhestkova Journal of obstetrics and doi 10 17816 JOWD409413
Read online
File size514.19 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test