TRAVERSETRAVERSE

Journal of Language and Applied LinguisticsJournal of Language and Applied Linguistics

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis bahasa kiasan yang digunakan dalam lirik lagu pilihan Richard Marx serta mengkaji makna bahasa kiasan tersebut. Beberapa lirik lagu Richard Marx yang dipilih secara acak dijadikan basis data analisis. Metode deskriptif dan kualitatif digunakan dalam analisis data. Teori Knickerbocker dan Reninger (1963:367) mengenai jenis-jenis bahasa kiasan serta teori makna yang diusulkan oleh Leech (1981:16) diterapkan pada lirik lagu terpilih untuk menjelaskan makna bahasa kiasan. Peneliti berasumsi, setelah studi selesai, bahwa lirik lagu yang dipilih terdiri dari 20 lirik yang menggunakan bahasa kiasan. Hasilnya ditemukan tujuh jenis bahasa kiasan, yaitu simile (16, 67%), metafora (5, 56%), personifikasi (19, 44%), ironi (2, 78%), hipérbola (47, 22%), sinèkdok (2, 78%) dan metonimi (2, 78%).

Berdasarkan hasil dan pembahasan, ditemukan tujuh jenis bahasa kiasan dalam lirik lagu Richard Marx, yaitu simile, metafora, personifikasi, ironi, hipérbola, sinèkdok, dan metonimi.Hipérbola merupakan jenis bahasa kiasan yang paling banyak muncul, sementara makna konotatif menjadi makna yang paling dominan di antara makna konseptual, afektif, dan sosial.Kesimpulannya, penggunaan bahasa kiasan, khususnya hipérbola, memberikan kontribusi signifikan terhadap pengungkapan makna konotatif dalam 20 lirik lagu yang dianalisis.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi penggunaan bahasa kiasan dalam lirik lagu lintas genre dan bahasa untuk menilai perbedaan pola dan frekuensi jenis kiasan yang muncul, misalnya dengan membandingkan lagu pop Barat, musik tradisional Indonesia, dan hip‑hop. Selanjutnya, studi eksperimental dapat meneliti bagaimana jenis-jenis bahasa kiasan, khususnya hipérbola dan metafora, memengaruhi persepsi emosional pendengar serta interpretasi makna lirik, menggunakan metodologi psikologis seperti pengukuran respon fisiologis atau skala penilaian subjektif. Terakhir, pendekatan komputasi dapat dikembangkan untuk membangun sistem deteksi otomatis bahasa kiasan pada korpus lagu berskala besar, mengintegrasikan teknik pembelajaran mesin dan analisis semantik guna meningkatkan akurasi klasifikasi dan memperluas aplikasi dalam bidang penerjemahan lirik. Dengan tiga arah penelitian ini, pemahaman tentang fungsi dan penyebaran bahasa kiasan dalam musik dapat diperdalam secara lebih sistematis dan interdisipliner. Selain itu, analisis longitudinal terhadap evolusi bahasa kiasan dalam karya artis yang sama selama dekade terakhir dapat memberikan wawasan tentang perubahan stilistik dan budaya.

Read online
File size206.6 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test