ARESTEARESTE

Applied Research in Science and TechnologyApplied Research in Science and Technology

Latar Belakang: Banjir perkotaan dan genangan air di Kabupaten Bantul disebabkan oleh sistem drainase yang tidak memadai, diperkaya oleh urbanisasi cepat, perubahan penggunaan lahan, perencanaan infrastruktur yang buruk, serta peningkatan curah hujan akibat perubahan iklim. Oleh karena itu, pendekatan manajemen risiko terintegrasi yang mencakup solusi struktural dan non‑struktural sangat penting untuk meningkatkan ketahanan drainase perkotaan. Namun, evaluasi komprehensif kinerja sistem drainase masih menghadapi tantangan signifikan, terutama bila penilaian hanya berfokus pada parameter hidrolik atau teknis tanpa memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi, yang dapat menghasilkan keputusan sub‑optimal. Karena itu, adopsi pendekatan integratif melalui metode pengambilan keputusan multikriteria, seperti Multi‑Attribute Decision Making (MADM), menjadi alternatif yang relevan. Tujuan dan Metode: Metode yang digunakan dalam analisis MADM pada penelitian ini meliputi Simple Additive Weighting (SAW), Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS), dan Vlse Kriterijumska Optimizacija I Kompromisno Resenje (VIKOR). Setiap pendekatan dirancang untuk mengakomodasi karakteristik data yang berbeda, tingkat kompleksitas analitis, tingkat ketidakpastian, beban komputasi, serta pengalaman atau keahlian pengambil keputusan dalam penerapan metode masing‑masing.

Penelitian ini menunjukkan bahwa metode SAW, TOPSIS, dan VIKOR menghasilkan prioritas yang berbeda dalam peningkatan sistem drainase perkotaan, dimana SAW menyoroti lokasi A11, A9, dan A79 sebagai wilayah kritis, sementara TOPSIS menekankan A9, A12, dan A13, dan VIKOR mengidentifikasi A99, A98, serta A100 sebagai prioritas utama.Perbedaan hasil tersebut mengindikasikan perlunya penyelidikan lanjutan dengan memecah setiap kriteria menjadi sub‑kriteria yang lebih detail untuk meningkatkan objektivitas dan keandalan keputusan.Dengan demikian, pengembangan kerangka evaluasi yang lebih terperinci dapat memperkuat basis kebijakan dalam pengelolaan drainase perkotaan.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana pemecahan sepuluh kriteria utama menjadi sub‑kriteria yang lebih terperinci memengaruhi keakuratan dan keandalan hasil evaluasi MADM pada sistem drainase perkotaan, sehingga memungkinkan identifikasi faktor‑faktor kritis yang lebih tepat; selanjutnya, studi komparatif antara metode MADM yang telah digunakan (SAW, TOPSIS, VIKOR) dengan metode lain seperti Analytic Hierarchy Process (AHP) atau Analytic Network Process (ANP) dapat memberikan wawasan mengenai keunggulan dan keterbatasan masing‑masing pendekatan dalam konteks data yang beragam; terakhir, pengembangan sistem pendukung keputusan dinamis yang mengintegrasikan proyeksi perubahan iklim dan data real‑time dapat membantu perencanaan adaptif serta mitigasi risiko banjir di wilayah urban, khususnya dalam menghadapi ketidakpastian cuaca dan peningkatan intensitas curah hujan. Semua saran ini bertujuan memperluas pemahaman ilmiah serta menyediakan landasan praktis bagi pembuat kebijakan dalam meningkatkan ketahanan sistem drainase.

  1. Assessing Urban Flooding and Drainage System Performance in Urban Area: A Mononobe Equation and Manning... doi.org/10.29244/jpsl.14.3.463Assessing Urban Flooding and Drainage System Performance in Urban Area A Mononobe Equation and Manning doi 10 29244 jpsl 14 3 463
  2. IOS Press Ebooks - Application of Analytic Hierarchy Process (AHP) and Simple Additive Weighting (SAW)... doi.org/10.3233/FAIA210274IOS Press Ebooks Application of Analytic Hierarchy Process AHP and Simple Additive Weighting SAW doi 10 3233 FAIA210274
Read online
File size610.05 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test