UEUUEU

NUTRIRE DIAITANUTRIRE DIAITA

Atlet dengan kebugaran jasmani baik akan memiliki kualitas performa yang optimal. Kebugaran merupakan faktor krusial dalam membangun kinerja atlet dalam mencapai kompetensi yang diharapkan. Salah satu strategi menjaga tingkat kebugaran jasmani adalah dengan mengonsumsi makanan dengan zat gizi seimbang, terutama energi dan zat gizi makro (Karbohidrat, Protein, dan Lemak). Dalam studi ini akan diteliti hubungan asupan energi dan zat gizi makro dengan kebugaran atlet Pencak Silat, Sepak Takraw, dan Judo di Provinsi DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif observasional analitik dengan desain cross sectional dan dianalisis secara deskriptif analitik untuk mengetahui hubungan yang diinginkan. Uji normalitas data menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov, didapatkan hasil data yang berdistribusi normal (p>0.05). Total populasi pada penelitian ini berjumlah 75 orang, laki-laki berjumlah 45 orang dan perempuan berjumlah 30 orang. Hasil dari analisis data Recall dan VO2Max yang menggambarkan masing-masing variabel menunjukan jika terdapat hubungan yang signifikan antara kedua asupan energi dan zat gizi makro dengan kebugaran atlet. Ditandai dengan nilai P = 0.00 (p value < 0.05). Dengan memahami hubungan ini, diharapkan dapat membantu merancang program diet yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan atlet berdasarkan jenis olahraga yang ditekuni, sehingga atlet tersebut dapat mencapai kebugaran jasmani yang optimal.

Kebugaran jasmani merupakan faktor krusial dalam membangun kinerja atlet di seluruh jenis olahraga.Tingkat kebugaran seorang atlet menentukan kemampuan fisik yang baik, sehingga dapat mengurangi risiko cedera dan waktu pemulihan akan lebih cepat.VO2Max juga dapat menentukan daya tahan tubuh seorang atlet.Dalam menjaga kebugaran jasmani seorang atlet, salah satu aspek yang wajib dilakukan adalah menjaga asupan energi dan zat gizi makro yang mencakup karbohidrat, protein, dan lemak.Hasil evaluasi yang didapatkan dalam penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara asupan energi dan zat gizi makro dengan tingkat kebugaran pada atlet pencak silat, sepak takraw, dan judo di Indonesia.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada efek jangka panjang dari diet rendah karbohidrat tinggi lemak (LCHF) terhadap atlet olahraga ketahanan, seperti maraton atau sepeda, untuk mengevaluasi peningkatan kapasitas aerobik secara konsisten. Selain itu, penelitian bisa membandingkan perbedaan efektivitas rasio asupan karbohidrat, protein, dan lemak pada atlet berbagai disiplin olahraga, seperti antara atlet pencak silat dan judo, untuk mengidentifikasi pola nutrisi optimal. Terakhir, penelitian juga dapat mengeksplorasi peran zat gizi mikro, seperti vitamin dan mineral, dalam mendukung peningkatan VO2 Max dan daya tahan atlet, terutama pada olahraga anaerobik intensitas tinggi.

Read online
File size415.12 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test