PCUPCU

Civil Engineering DimensionCivil Engineering Dimension

Banyak bangunan beton bertulang (RC) di Indonesia mengalami kerusakan gempa yang parah akibat kegagalan rapuh dan pekerjaan detail yang buruk pada sambungan balok-tiang. Studi eksperimental ini bertujuan untuk menyelidiki kinerja seismik sambungan balok-tiang interior yang dirancang sesuai dengan ketentuan ACI 318-19. Spesimen tersebut dikenai beban aksial statis untuk mensimulasikan beban gravitasi pada tiang dan beban siklik lateral kuasi-statis untuk mensimulasikan beban gempa. Dari hasil eksperimen, menunjukkan bahwa sambungan balok-tiang RC mengalami kegagalan lentur balok seperti yang diharapkan. Namun, terdapat gesekan ikatan yang cukup pada tulangan longitudinal balok. Selain studi eksperimental, juga dilakukan analisis elemen hingga menggunakan perangkat lunak VecTor2. Hasil analisis menunjukkan bahwa model dapat mensimulasikan dengan baik perilaku histeretik spesimen. Selain itu, dari analisis, gesekan ikatan juga ditemukan sebagai faktor kunci yang mempengaruhi perilaku histeretik sambungan.

Spesimen sambungan balok-tiang RC mengalami kegagalan lentur balok.Hasil eksperimen menunjukkan bahwa spesimen memenuhi kriteria ACI 374.1-05 untuk kerangka tahan momen khusus beton, kecuali kekakuan sisa.Kekakuan sisa spesimen yang diuji dalam studi ini adalah 4,4% dan 4,7% dalam arah positif dan negatif, masing-masing, yang sedikit di bawah kriteria penerimaan ACI 374.Hal ini terutama disebabkan oleh gesekan ikatan yang signifikan yang terjadi pada tulangan longitudinal balok yang menyebabkan perilaku penyempitan yang signifikan.Untuk meningkatkan perilaku histeretik sambungan balok-tiang RC terkait perilaku penyempitannya, kedalaman sambungan yang jauh lebih besar dari ketentuan ACI 318-19 disukai.Dalam studi ini, kedalaman sambungan (sekitar 21 db) sedikit lebih besar dari persyaratan minimum kode (20 db) dan tidak cukup untuk mengurangi secara signifikan jumlah gesekan ikatan yang terjadi.Sebagai alternatif ketika kedalaman sambungan tidak dapat ditingkatkan karena batasan desain, insinyur dapat menggunakan batang yang lebih kecil untuk mengurangi gesekan ikatan pada sambungan.

Untuk meningkatkan perilaku histeretik sambungan balok-tiang beton, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan model gesekan ikatan yang lebih akurat. Model ini dapat digunakan untuk memprediksi perilaku histeretik sambungan dengan lebih baik, termasuk kekuatan puncak, degradasi kekuatan, dan perilaku penyempitan. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi metode alternatif untuk mengurangi gesekan ikatan, seperti penggunaan batang yang lebih kecil atau teknik pengikatan yang berbeda. Studi komparatif antara berbagai metode pengikatan dapat memberikan wawasan tentang efektivitas masing-masing metode dalam mengurangi gesekan ikatan dan meningkatkan kinerja seismik sambungan balok-tiang beton.

  1. Seismic Performance Evaluation of An Interior Reinforced Concrete Beam-Column Joint Subjected to Cyclic... doi.org/10.9744/ced.27.2.180-192Seismic Performance Evaluation of An Interior Reinforced Concrete Beam Column Joint Subjected to Cyclic doi 10 9744 ced 27 2 180 192
Read online
File size1.84 MB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test