MARANATHAMARANATHA

Journal of Medicine and HealthJournal of Medicine and Health

Fungi endofit adalah salah satu mikroorganisme yang dapat hidup di pada bagian dari suatu jaringan tanaman. Metabolit sekunder yang diproduksi oleh fungi endofit memiliki berbagai aktivitas biologis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan bioaktivitas antibakteri serta sitotoksik fungi endofit dari daun tanaman sirih merah (Piper crocatum). Proses isolasi fungi endofit dengan media SDA dan diperoleh 5 fungi yang berbeda. Fungi endofit dikultivasi pada medium beras dan ekstraksi dilakukan scara berulang dengan etil asetat secara maserasi. Ekstrak etil asetat dari fungi endofit diuji bioaktivitas dengan teknik difusi kertas cakram dan metode BSLT. Hasil skrining aktivitas antibakteri, ekstrak etil asetat fungi endofit memiliki aktivitas antibakteri terhadap P.aeruginosa dan Bacillus sp. Zona inhibisi yang didapatkan dari 5 isolat fungi bervariasi dengan rentang diameter hambat ke 5 fungi adalah 11,54 mm - 17,96 mm. Hasil skrining aktivitas sitotoksik, 4 ekstrak etil asetat fungi endofit bersifat toksik (LC50 < 1000 μg/mL), dan 1 fungi endofit bersifat sangat toksik (JDS5) dengan nilai LC50 17,94 μg/mL. Hasil metabolit sekunder menunjukkan fenol, flavonoid, steroid dan kelompok triteroid. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa fungi endofit dari tanaman daun sirih merah berpotensi untuk dikembangkan menjadi sumber alternatif penghasil senyawa antibakteri dan sitotoksik.

Fungi endofit dari daun sirih merah menunjukkan aktivitas antibakteri dan sitotoksik yang signifikan, khususnya terhadap bakteri gram positif melalui denaturasi protein dan gangguan membran sel.Senyawa bioaktif yang dihasilkan berpotensi sebagai sumber antibakteri dan sitotoksik untuk pengembangan obat berbasis bahan alam.Diperlukan penelitian lanjutan yang lebih mendalam dan spesifik untuk mengeksplorasi bioaktivitas fungi endofit tersebut secara komprehensif.

Penelitian selanjutnya dapat menguji spektrum aktivitas antibakteri fungi endofit terhadap patogen klinis yang resisten terhadap antibiotik, serta mengidentifikasi mekanisme aksi molekulernya menggunakan teknik genomik dan proteomik. Selain itu, isolasi senyawa bioaktif utama melalui kromatografi dan spektroskopi harus dilakukan, diikuti dengan evaluasi sitotoksisitas pada lini sel kanker manusia untuk menilai potensinya sebagai kandidat obat antikanker. Selanjutnya, studi hubungan simbiotik antara Piper crocatum dan fungi endofitnya dapat dilakukan dengan pendekatan metagenomik dan kultur ko‑kultur, guna memahami faktor-faktor yang mempengaruhi produksi metabolit sekunder dan mengoptimalkan kondisi fermentasi untuk peningkatan hasil senyawa bioaktif.

Read online
File size511.13 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test