MARANATHAMARANATHA

Journal of Medicine and HealthJournal of Medicine and Health

Penyakit Jantung Reumatik (PJR) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas maternal di negara berkembang, termasuk Indonesia. Preeklampsia berat semakin memperumit penanganan karena memperburuk beban kardiovaskular dan meningkatkan risiko hasil buruk bagi ibu dan janin. Laporan kasus ini menyoroti pentingnya kolaborasi multidisiplin dan perencanaan perioperatif yang cermat untuk wanita hamil dengan PJR, terutama di fasilitas dengan sumber daya terbatas. Kami melaporkan kasus seorang wanita berusia 31 tahun (G3P2A0) pada usia kehamilan 40–41 minggu dengan preeklampsia berat, stenosis mitral berat, regurgitasi mitral sedang, dan regurgitasi trikuspid berat akibat PJR. Operasi sesar elektif dilakukan dengan anestesi epidural menggunakan ropivakain 0,75%, yang memastikan stabilitas hemodinamik selama prosedur dan observasi ICU selama 24 jam. Meskipun terdapat keterbatasan akses ke spesialis kardiovaskular dan opsi bedah, pendekatan berbasis tim dan manajemen anestesi yang disesuaikan menghasilkan hasil yang baik.

Anesthetic management in patients with severe preeclampsia and rheumatic heart disease, especially with severe valvular disorders, is challenging in resource-constrained settings.Hemodynamic targets in patients with stenosis and regurgitation include maintaining baseline aortic diastolic blood pressure, normal sinus rhythm, avoiding hypertension and bradycardia, managing new occurrences of atrial fibrillation, avoiding decreased SVR, hypovolemia, and fluid overload.Epidural anesthesia provides a safer alternative in patients with complex valvular lesions.Preoperative preparation, selection of delivery technique, anesthesia technique, and postoperative care should be carefully planned and executed to avoid adverse events.This case highlights the critical role of multidisciplinary collaboration involving obstetricians, anesthesiologists, cardiologists, and intensivists to ensure comprehensive care.Proper perioperative management includes thorough preoperative evaluation, careful hemodynamic monitoring during the procedure, and vigilant postoperative care to prevent complications.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada efektivitas anestesi epidural dalam mengurangi risiko komplikasi kardiovaskular pada pasien dengan penyakit jantung rematik selama kehamilan. Selain itu, pengembangan protokol telemedicine untuk kolaborasi multidisiplin di daerah dengan sumber daya terbatas bisa menjadi arah studi baru. Terakhir, penelitian tentang perbandingan teknik anestesi regional versus umum pada pasien dengan kondisi kardiovaskular kompleks dapat memberikan wawasan lebih lanjut untuk optimasi perawatan.

  1. Perioperative Anesthesia for Multivalvular Heart Disease | IMCRJ. anesthesia heart disease imcrj doi.org/10.2147/IMCRJ.S405699Perioperative Anesthesia for Multivalvular Heart Disease IMCRJ anesthesia heart disease imcrj doi 10 2147 IMCRJ S405699
Read online
File size483.67 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test