MARANATHAMARANATHA

Journal of Medicine and HealthJournal of Medicine and Health

Kecemasan merupakan perasaan yang sering dirasakan dalam menghadapi berbagai situasi kehidupan yang terjadi pada diri seseorang. Hal ini juga dapat terjadi pada mahasiswa baru yang akan mengikuti Objective Structured Clinical Examination (OSCE). Kecemasan yang terus menerus dialami oleh mahasiswa akan mengganggu pola tidurnya, kurang tidur mengakibatkan kualitas tidur yang buruk yang dapat mempengaruhi aspek kognitif dan psikomotorik mahasiswa kedokteran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan dengan fungsi kognitif mahasiswa dalam menghadapi OSCE. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional, dimana subjek penelitian adalah mahasiswa angkatan 2022 yang memenuhi kriteria eksklusi dan inklusi. Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2023 di Fakultas Kedokteran Universitas Palangka Raya. Penelitian ini dilakukan pada 135 subjek yang terdiri dari 41 laki-laki dan 94 perempuan dengan usia rata-rata 19 (17-21) tahun. Tingkat kecemasan tertinggi sebelum ujian OSCE pada penelitian ini adalah tingkat kecemasan sedang sebesar 75,5%. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan (skor ZSAS) dengan fungsi kognitif (Moca-Ina) dengan nilai p=0,680. Kesimpulannya, tidak ada hubungan antara tingkat kecemasan dengan fungsi kognitif mahasiswa dalam menghadapi OSCE.

Kecemasan merupakan perasaan yang sering dirasakan dalam menghadapi berbagai situasi kehidupan yang terjadi pada diri seseorang.Hal ini juga dapat terjadi pada mahasiswa baru yang akan mengikuti Objective Structured Clinical Examination (OSCE).Kecemasan yang terus menerus dialami oleh mahasiswa akan mengganggu pola tidurnya, kurang tidur mengakibatkan kualitas tidur yang buruk yang dapat mempengaruhi aspek kognitif dan psikomotorik mahasiswa kedokteran.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan dengan fungsi kognitif mahasiswa dalam menghadapi OSCE.Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional, dimana subjek penelitian adalah mahasiswa angkatan 2022 yang memenuhi kriteria eksklusi dan inklusi.Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2023 di Fakultas Kedokteran Universitas Palangka Raya.Penelitian ini dilakukan pada 135 subjek yang terdiri dari 41 laki-laki dan 94 perempuan dengan usia rata-rata 19 (17-21) tahun.Tingkat kecemasan tertinggi sebelum ujian OSCE pada penelitian ini adalah tingkat kecemasan sedang sebesar 75,5%.Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan (skor ZSAS) dengan fungsi kognitif (Moca-Ina) dengan nilai p=0,680.Kesimpulannya, tidak ada hubungan antara tingkat kecemasan dengan fungsi kognitif mahasiswa dalam menghadapi OSCE.Tidak ada hubungan antara tingkat kecemasan dengan fungsi kognitif mahasiswa dalam menghadapi OSCE.Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi faktor lain yang memengaruhi fungsi kognitif mahasiswa selama OSCE, seperti pengaruh kualitas tidur atau stresor spesifik.Selain itu, perlu diteliti apakah skala pengukuran kecemasan yang berbeda (misalnya skala yang lebih sensitif terhadap kecemasan akademik) memberikan hasil yang berbeda.Terakhir, penelitian bisa fokus pada intervensi untuk mengurangi kecemasan mahasiswa, seperti pelatihan relaksasi atau manajemen waktu, dan mengevaluasi efektivitasnya terhadap kinerja akademik.Ketiga saran ini dapat membantu memperkaya pemahaman tentang dinamika kecemasan dan kognisi dalam konteks pendidikan kedokteran.Kecemasan merupakan perasaan yang sering dirasakan dalam menghadapi berbagai situasi kehidupan yang terjadi pada diri seseorang.Hal ini juga dapat terjadi pada mahasiswa baru yang akan mengikuti Objective Structured Clinical Examination (OSCE).Kecemasan yang terus menerus dialami oleh mahasiswa akan mengganggu pola tidurnya, kurang tidur mengakibatkan kualitas tidur yang buruk yang dapat mempengaruhi aspek kognitif dan psikomotorik mahasiswa kedokteran.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan dengan fungsi kognitif mahasiswa dalam menghadapi OSCE.Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional, dimana subjek penelitian adalah mahasiswa angkatan 2022 yang memenuhi kriteria eksklusi dan inklusi.Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2023 di Fakultas Kedokteran Universitas Palangka Raya.Penelitian ini dilakukan pada 135 subjek yang terdiri dari 41 laki-laki dan 94 perempuan dengan usia rata-rata 19 (17-21) tahun.Tingkat kecemasan tertinggi sebelum ujian OSCE pada penelitian ini adalah tingkat kecemasan sedang sebesar 75,5%.Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan (skor ZSAS) dengan fungsi kognitif (Moca-Ina) dengan nilai p=0,680.Kesimpulannya, tidak ada hubungan antara tingkat kecemasan dengan fungsi kognitif mahasiswa dalam menghadapi OSCE.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi faktor lain yang memengaruhi fungsi kognitif mahasiswa selama OSCE, seperti pengaruh kualitas tidur atau stresor spesifik. Selain itu, perlu diteliti apakah skala pengukuran kecemasan yang berbeda (misalnya skala yang lebih sensitif terhadap kecemasan akademik) memberikan hasil yang berbeda. Terakhir, penelitian bisa fokus pada intervensi untuk mengurangi kecemasan mahasiswa, seperti pelatihan relaksasi atau manajemen waktu, dan mengevaluasi efektivitasnya terhadap kinerja akademik. Ketiga saran ini dapat membantu memperkaya pemahaman tentang dinamika kecemasan dan kognisi dalam konteks pendidikan kedokteran.

  1. The Relationship between Anxiety Level and Cognitive Function of Students Class of 2022 Medical Faculty... doi.org/10.28932/jmh.v6i2.7778The Relationship between Anxiety Level and Cognitive Function of Students Class of 2022 Medical Faculty doi 10 28932 jmh v6i2 7778
Read online
File size135.71 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test