POLIWANGIPOLIWANGI

Jurnal JavanicaJurnal Javanica

Penelitian ini menganalisis pengaruh faktor lingkungan terhadap repeat breeding pada sapi perah di Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang. Survei kuantitatif melibatkan 336 sapi produktif dari 462 populasi di 15 desa yang dipilih secara purposive. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan wawancara, sedangkan data sekunder dari Dinas Peternakan. Faktor risiko yang dianalisis meliputi ketersediaan air minum, bentuk kandang, sumber air, suhu, kelembaban, dan kebersihan kandang. Analisis menggunakan Chi-Square dan Odds Ratio (95% CI). Prevalensi repeat breeding mencapai 27,67%. Faktor signifikan: air minum tidak ad libitum (OR=2,59), tidak ada sumber air dalam kandang (OR=22,5), kelembaban tinggi, dan kebersihan buruk (OR=17,7). Bentuk kandang dan suhu tidak signifikan. Kelembaban tinggi dan kebersihan buruk memicu cekaman panas dan infeksi pasca partus. Manajemen pemeliharaan yang belum optimal menjadi penyebab utama. Perbaikan sistem pemeliharaan sangat diperlukan.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor manajemen pemeliharaan yang berpengaruh signifikan terhadap kejadian repeat breeding di Kecamatan Ngablak adalah ketersediaan air minum non ad libitum (OR=2,59), tidak adanya sumber air dalam kandang (OR=22,5), kelembaban tinggi (p=0,000), dan kebersihan kandang buruk (OR=17,7), sedangkan bentuk kandang (p>0,05) dan suhu lingkungan (p=0,069) tidak terbukti berpengaruh signifikan.Dengan prevalensi repeat breeding sebesar 27,67% yang tergolong tinggi, hal ini mengindikasikan bahwa sistem pemeliharaan yang diterapkan peternak rakyat belum sepenuhnya sesuai dengan standar manajemen reproduksi dan sanitasi yang baik, sehingga perbaikan pada aspek penyediaan air minum, sanitasi kandang, dan pengendalian kelembaban merupakan implikasi utama yang perlu segera dilakukan untuk menekan angka kejadian kawin berulang dan meningkatkan efisiensi reproduksi sapi perah di wilayah tersebut.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan sistem pemeliharaan yang lebih optimal, terutama dalam hal penyediaan air minum, sanitasi kandang, dan pengendalian kelembaban. Selain itu, penting juga untuk meningkatkan program penyuluhan dan pendampingan teknis kepada peternak rakyat terkait manajemen pemeliharaan yang baik, terutama dalam hal sanitasi kandang, pengendalian kelembaban, dan deteksi estrus yang tepat. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan keberhasilan perkawinan dan produktivitas sapi perah secara berkelanjutan.

  1. Pengaruh Faktor Lingkungan Terhadap Kejadian Repeat Breeding Pada Sapi Perah | Jurnal Javanica. pengaruh... jurnal.poliwangi.ac.id/index.php/javanica/article/view/541Pengaruh Faktor Lingkungan Terhadap Kejadian Repeat Breeding Pada Sapi Perah Jurnal Javanica pengaruh jurnal poliwangi ac index php javanica article view 541
  2. Prevalence and risk factors associated with repeat breeding of beef cattle in Sleman Regency, Indonesia.... doi.org/10.14202/vetworld.2022.870-877Prevalence and risk factors associated with repeat breeding of beef cattle in Sleman Regency Indonesia doi 10 14202 vetworld 2022 870 877
Read online
File size784.42 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test