MARANATHAMARANATHA

Journal of Medicine and HealthJournal of Medicine and Health

Penggunaan dermokosmetik berbasis ekobiologi yang mengandung Antalgicine™ dapat mempercepat optimalisasi regenerasi kulit paska prosedur estetika. Tujuan penulisan studi kasus ini adalah menilai manfaat klinis Antalgicine™ pasca prosedur estetika. Sejumlah enam pasien dilibatkan pada studi kasus dengan menggunakan pengukuran subjektif dan objektif. Antalgicine™ dioleskan menggunakan metode split-face study. Evaluasi subjektif diukur oleh pasien dengan skala 1-5 Likert dan evaluasi objektif dilakukan dokter spesialis kulit‑kelamin‑estetika secara blinded. Hasil menunjukkan pengurangan objektif paska prosedur estetika pada hari ketujuh, yakni 40% untuk microneedling, 32% untuk fractional radiofrequency, dan 29% untuk picosecond laser, diikuti pengurangan subjektif setiap sensasi paska prosedur estetika, yaitu nyeri, gatal, tertarik, dan terbakar di 67%, 75%, 67%, 33% untuk microneedling, 71%, 67%, 67%, 50% untuk fractional radiofrequency, dan 67%, 75%, 78%, 60% untuk picosecond laser, secara berurutan. Sebagai simpulan, Antalgicine™ menurunkan efek paska prosedur estetika untuk optimalisasi regenerasi kulit.

Prosedur estetika yang dilakukan oleh dokter kulit, seperti microneedling, radiofrekuensi fraksional, dan laser pikosekon, dapat menimbulkan stres pada kulit yang memicu pelepasan neuromediator.Antalgicine™ merupakan dermokosmetik berbasis ekobiologi yang mengandung dipeptida, sehingga dapat digunakan oleh dokter kulit setelah prosedur estetika.Antalgicine™ dapat mempercepat proses penyembuhan kulit pasca prosedur estetika, sehingga mengurangi nyeri, kemerahan, sensasi terbakar, kekencangan, dan pruritus untuk mengoptimalkan regenerasi kulit.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan melakukan uji klinis acak terkontrol pada sampel yang jauh lebih besar, melibatkan setidaknya seratus pasien dengan rentang usia yang lebih luas, serta memperpanjang periode observasi hingga tiga bulan atau lebih, guna mengevaluasi apakah manfaat Antalgicine™ dalam mengurangi nyeri, kemerahan, sensasi terbakar, kekencangan, dan pruritus tetap bertahan secara signifikan pada jangka waktu yang lebih lama setelah prosedur estetika. Selain itu, studi komparatif yang membandingkan Antalgicine™ dengan dermokosmetik berbasis ekobiologi lain atau produk yang mengandung bahan aktif alternatif seperti peptide atau anti‑inflamasi dapat membantu menentukan keunggulan relatif, sekaligus mengidentifikasi mekanisme aksi spesifik yang berkontribusi pada regulasi neuromediator dan proses perbaikan kulit pasca‑prosedur. Sebagai langkah selanjutnya, penelitian mekanistik yang melibatkan analisis biomarker inflamasi, kadar neuromediator, serta perubahan histologis pada jaringan kulit sebelum dan sesudah aplikasi Antalgicine™ dapat memperdalam pemahaman ilmiah mengenai jalur biologis yang terlibat, dan pada gilirannya memberikan dasar bagi pengembangan formula yang lebih terarah untuk berbagai jenis prosedur estetika serta populasi kulit dengan karakteristik berbeda.

  1. Case Study: Optimizing Skin Regeneration After Aesthetic Procedures with Dermocosmetic Skin-Healing Care... journal.maranatha.edu/index.php/jmh/article/view/8269Case Study Optimizing Skin Regeneration After Aesthetic Procedures with Dermocosmetic Skin Healing Care journal maranatha edu index php jmh article view 8269
Read online
File size525.63 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test