POLTEKKESKUPANGPOLTEKKESKUPANG

JKP (Jurnal Kesehatan Primer)JKP (Jurnal Kesehatan Primer)

Latar belakang: Demensia merupakan sekumpulan penyakit degeneratif pada sistem saraf pusat yang terutama ditandai dengan gangguan fungsi kognitif. Storytelling berpotensi meningkatkan kognisi, komunikasi, kualitas hidup, kesejahteraan psikologis, serta aktivitas kehidupan sehari-hari pada penderita demensia. Tujuan: Artikel ini memberikan gambaran umum mengenai cara storytelling dapat digunakan sebagai intervensi non-farmakologis bagi penderita demensia. Metode: Penelitian ini merupakan tinjauan naratif dengan menggunakan kata kunci demensia, intervensi, dan storytelling yang dicari melalui basis data PubMed dan Google Scholar. Kriteria inklusi meliputi karya ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal internasional antara 1 Januari 2017 hingga 31 Januari 2026 serta tersedia secara full‑text daring. Seleksi artikel dilakukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, serta pemeriksaan judul, abstrak, dan tinjauan teks lengkap untuk memastikan kesesuaian dengan tema; dari proses tersebut diperoleh sembilan artikel untuk ditelaah. Hasil: Storytelling meningkatkan produktivitas, memperbaiki kognisi dan komunikasi, serta memberikan dampak positif pada kepribadian, kualitas hidup, dan kesejahteraan psikologis penderita demensia. Storytelling juga mendukung kesejahteraan pengasuh dengan mengurangi stres serta meningkatkan kualitas perawatan bagi penderita demensia. Kesimpulan: Storytelling merupakan intervensi yang bermanfaat bagi penderita demensia, pengasuh, dan lingkungan perawatan mereka.

Storytelling merupakan upaya pengobatan yang bermanfaat bagi penderita demensia, pengasuh, dan lingkungan perawatan mereka, dapat dipertimbangkan sebagai salah satu intervensi nonfarmakologis pada demensia.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi (1) bagaimana standarisasi protokol storytelling dapat meningkatkan konsistensi hasil terapeutik pada berbagai tahap demensia, misalnya dengan merancang panduan operasional yang dapat diuji melalui uji coba terkontrol multi‑pusat; (2) peran pelatihan fasilitator dalam mempengaruhi efektivitas storytelling, dengan menguji model pelatihan berbasis teknologi virtual yang menilai peningkatan kompetensi fasilitator serta dampaknya terhadap outcome kognitif dan emosional pasien; (3) kelayakan dan efektivitas skala besar storytelling digital pada populasi lansia di komunitas, melalui studi kohort longitudinal yang mengukur perubahan kualitas hidup, beban pengasuh, dan biaya perawatan, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi dan keberlanjutan intervensi tersebut.

  1. Effects of creative expression therapy on Chinese elderly patients wit | NDT. effects creative expression... doi.org/10.2147/NDT.S200045Effects of creative expression therapy on Chinese elderly patients wit NDT effects creative expression doi 10 2147 NDT S200045
Read online
File size328.89 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test