JURNALSAINSJURNALSAINS

Emerald: Journal of Economics and Social SciencesEmerald: Journal of Economics and Social Sciences

Kementerian Luar Negeri Indonesia mengungkapkan bahwa polarisasi yang terjadi pada struktur internasional dan konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina pada Januari 2022 telah menjadi salah satu tantangan dalam mendapatkan konsensus dari berbagai komitmen pada presidensi G20 Indonesia tahun 2022. Konflik yang terjadi juga berpotensi mengurangi soft power dalam upaya membangun branding untuk mencapai kepentingan nasional. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur melalui analisis dokumen kebijakan luar negeri, pidato resmi, dan berbagai dokumen pendukung yang menjelaskan langkah-langkah yang diterapkan oleh pemerintah Indonesia pada Presidensi G20. Dalam Presidensi G20, Indonesia menerapkan prinsip bebas aktif dalam merangkul setiap kelompok dan menangani konflik Rusia Ukraina dan mencapai berbagai kepentingan nasional. Selama Presidensi G20, Indonesia juga menerapkan suatu pendekatan multilateral agar dapat mempromosikan stabilitas kawasan regional dengan memperhatikan pada isu-isu keamanan lintas dan upaya perdamaian. Pengimplementasian prinsip bebas-aktif pada Presidensi G20 bertujuan untuk memenuhi kepentingan nasional Indonesia dalam mensejahterakan masyarakat.

Indonesia menerapkan prinsip bebas-aktif selama Presidensi G20 2022, yang membantu memajukan kepentingan nasional dan mencapai keberhasilan diplomatik di tengah polarisasi anggota G20.Prinsip tersebut memungkinkan Indonesia berperan sebagai mediator netral dalam konflik Rusia-Ukraina serta memperkuat perdamaian dan stabilitas regional melalui diplomasi aktif.Secara ekonomi, prinsip bebas-aktif meningkatkan akses pasar, promosi investasi, dan perlindungan sektor strategis, sehingga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi efektivitas prinsip bebas-aktif Indonesia dalam mediasi konflik internasional selain Rusia-Ukraina dengan membandingkan beberapa kasus mediasi yang melibatkan negara netral, sehingga dapat mengidentifikasi faktor‑faktor kunci keberhasilan dan batasannya. Selanjutnya, penting untuk menganalisis dampak pendekatan bebas-aktif terhadap integrasi ekonomi regional, khususnya bagaimana kebijakan tersebut mempengaruhi akses pasar dan pertumbuhan usaha kecil dan menengah selama Presidensi G20, dengan menggunakan data kuantitatif tentang perdagangan, investasi, dan kebijakan regulasi. Terakhir, diperlukan kajian tentang cara mengoperasionalkan prinsip bebas-aktif dalam agenda perubahan iklim G20, misalnya dengan merancang mekanisme kolaboratif antara negara‑negara anggota untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, yang dapat diteliti melalui pendekatan campuran antara analisis kebijakan dan wawancara dengan pemangku kepentingan.

  1. Kerja Sama G20 dalam Pemulihan Ekonomi Global dari COVID-19 | Astuti | Andalas Journal of International... ajis.fisip.unand.ac.id/index.php/ajis/article/view/351Kerja Sama G20 dalam Pemulihan Ekonomi Global dari COVID 19 Astuti Andalas Journal of International ajis fisip unand ac index php ajis article view 351
Read online
File size281.65 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test