PCIJOURNALPCIJOURNAL

International Archives of Medical Sciences and Public HealthInternational Archives of Medical Sciences and Public Health

Latar belakang: Diperkirakan jumlah perokok mencapai 1,3 miliar perokok sehari di seluruh dunia. Beberapa negara menunjukkan prevalensi tinggi konsumsi rokok di antara pria, seperti Rusia 59,0%, Ukraina 49,4%, Maroko 45,4%, China 47,6%, Indonesia 76,2%, dan Pakistan 41,9%. Sehingga, negara-negara Asia seperti Indonesia mengonsumsi lebih banyak rokok daripada negara-negara Barat. Di negara-negara Barat, ada beberapa negara dengan tingkat mortalitas tertinggi yang disebabkan oleh merokok, misalnya Amerika Serikat dengan 492.400 tingkat mortalitas tahunan, dan Rusia dengan lebih dari 309.500 tingkat mortalitas tahunan. Negara berikutnya di wilayah Asia dengan tingkat mortalitas tahunan tertinggi dipimpin oleh Indonesia, yaitu lebih dari 225.700 tingkat mortalitas tahunan, kemudian China dengan lebih dari 195.200 tingkat mortalitas tahunan. Salah satu upaya untuk menghentikan merokok adalah dengan melakukan pendekatan perilaku/psikologis seperti konseling. Konseling atau terapi dapat meningkatkan kecenderungan untuk berhenti merokok dibandingkan dengan tidak melakukan konseling.

Dapat disimpulkan bahwa tingkat keberhasilan pencegahan kekambuhan sekitar 20%-45%.Metode yang paling efektif adalah Metode Singkat, diikuti oleh metode relaksasi, metode pesan teks, metode CBT dikombinasikan dengan relaksasi, metode hipnoterapi, dan metode yang paling efektif adalah terapi kombinasi (kombinasi lebih dari satu terapi CBT dan konseling telepon).Beberapa terapi psikologi dikombinasikan dengan pendekatan farmakologis.Psikoterapi positif lebih efektif daripada terapi perilaku lainnya seperti CBT, hipnoterapi, konseling, pesan teks, dan relaksasi.Dan kombinasi dua terapi perilaku dalam satu intervensi akan menghasilkan efektivitas yang lebih tinggi, seperti CBT ditambah konseling telepon.Hal ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang membuktikan bahwa kombinasi lebih dari satu intervensi dalam satu intervensi menunjukkan persentase tinggi untuk berhenti merokok.

Berdasarkan temuan dalam penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi efektivitas psikoterapi positif dalam mencegah kekambuhan merokok, terutama di Indonesia, di mana belum ada studi yang ditemukan untuk program pencegahan atau penghentian merokok. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk menguji efektivitas kombinasi terapi perilaku dengan pendekatan farmakologis, seperti kombinasi CBT dengan konseling telepon. Ketiga, studi lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas terapi perilaku kognitif yang diperpanjang dalam membantu perokok berhenti merokok dan mempertahankan abstinensi jangka panjang. Penelitian ini dapat membantu mengembangkan strategi intervensi yang lebih efektif untuk mencegah kekambuhan merokok dan meningkatkan keberhasilan program penghentian merokok.

Read online
File size311.94 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test