LEMHANNASLEMHANNAS

Jurnal Lemhannas RIJurnal Lemhannas RI

Penelitian ini menganalisis penerapan Konsep Ketahanan Nasional dalam mitigasi risiko terorisme pada layanan transportasi udara Haji setelah insiden ancaman bom di Bandara Kualanamu. Fokus penelitian ini adalah pada adaptasi SOP, responsivitas regulasi antar lembaga, dan budaya keamanan yang berpusat pada manusia.

Temuan penelitian menunjukkan bahwa implementasi Ketahanan Nasional dalam keamanan penerbangan Haji masih parsial dan tidak merata.Kesenjangan utama berkaitan dengan adaptasi SOP yang terbatas, koordinasi dan berbagi informasi yang terfragmentasi, serta tantangan regulasi, teknologi, dan sumber daya manusia yang belum terselesaikan.Kesenjangan ini dapat membatasi kemampuan pencegahan, koordinasi respons, dan kapasitas pemulihan selama insiden keamanan penerbangan.Artikel ini berkontribusi pada studi keamanan dan ketahanan penerbangan dengan menghubungkan Ketahanan Nasional dengan transportasi udara Haji sebagai sistem mobilitas dengan kepadatan dan simbolisme tinggi.Penelitian ini menekankan kebutuhan akan reformasi SOP adaptif, koordinasi respons terintegrasi, keamanan siber-fisik yang lebih kuat, pelatihan berbasis risiko, dan pendekatan ketahanan yang berpusat pada peziarah.

Untuk meningkatkan ketahanan nasional dalam mitigasi risiko terorisme pada layanan transportasi udara Haji, perlu dilakukan beberapa langkah. Pertama, reformasi SOP adaptif diperlukan untuk mengatasi ancaman hibrida seperti ancaman bom palsu, gangguan yang diaktifkan siber, risiko drone, dan ancaman berbasis informasi. Kedua, koordinasi multi-lembaga yang terintegrasi diperlukan untuk meningkatkan efektivitas penilaian ancaman, pengambilan keputusan operasional, perencanaan evakuasi, dan pemulihan setelah gangguan. Ketiga, pelatihan berbasis risiko dan budaya keamanan yang berpusat pada manusia diperlukan untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapan personel dalam menghadapi berbagai ancaman. Dengan menggabungkan reformasi SOP, koordinasi multi-lembaga, dan pelatihan berbasis risiko, Indonesia dapat meningkatkan ketahanan nasionalnya dalam menghadapi risiko terorisme pada layanan transportasi udara Haji.

  1. National Resilience and Terrorism Risk Mitigation in Hajj Air Transport Services after the Kualanamu... jurnal.lemhannas.go.id/index.php/jkl/article/view/1240National Resilience and Terrorism Risk Mitigation in Hajj Air Transport Services after the Kualanamu jurnal lemhannas go index php jkl article view 1240
Read online
File size1.27 MB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test