UMBERAUUMBERAU

ACCOUNTIA JOURNAL (Accounting Trusted, Inspiring, Authentic Journal)ACCOUNTIA JOURNAL (Accounting Trusted, Inspiring, Authentic Journal)

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perusahaan pertambangan batubara mana saja yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang diperkirakan tidak bangkrut, diprediksi berada di grey area dan diprediksi akan bangkrut pada periode 2015-2017 berdasarkan analisis menggunakan metode Altman Z-Score. Objek penelitian adalah dua puluh dua perusahaan pertambangan batubara. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah ringkasan dari laporan keuangan tahunan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Teknik analisis yang digunakan adalah model prediksi kebangkrutan Altman Z-Score dengan menggunakan rumus Z = 6,56 X1 3,26 X2 6,72 X3 1,05 X4. Dengan kriteria evaluasi Z-Score> 2,60 dikategorikan tidak pailit. Z-Score 1.1 - 2.60 berada di area abu-abu, dan Z-Score <1.1 dikategorikan bangkrut.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat sebelas perusahaan yang dikategorikan tidak pailit, yaitu PT Adaro Energy Tbk, PT Baramulti Sukses sarana Tbk, PT Golden Energy Mines Tbk, PT Garda Tujuh Buana Tbk, PT Harum Energy Tbk, PT Indo Tambangraya Megah Tbk, PT Resource Alam Indonesia Tbk, PT Mitrabara Adiperdana Tbk, PT Samindo Resources Tbk, PT Bukit Asam Tbk, dan PT Toba Bara Sejahtra Tbk.Selain itu, lima perusahaan berada di grey area, yaitu PT Bayan Resources Tbk, PT Delta Dunia Makmur Tbk, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk, PT Petrosea Tbk, dan PT Golden Eagle Energy Tbk.Terakhir, enam perusahaan diprediksi bangkrut, yaitu PT Atlas Resources Tbk, PT Bara Jaya International Tbk, PT Borneo Lumbung Energy & Metal Tbk, PT Bumi Resources Tbk, PT Darma Henwa Tbk, dan PT SMR Utama Tbk.

Penelitian selanjutnya dapat dilakukan dengan memperluas cakupan periode waktu analisis, misalnya dengan menganalisis data hingga tahun terbaru, untuk melihat apakah hasil prediksi kebangkrutan tetap konsisten seiring dengan perubahan kondisi ekonomi dan industri pertambangan batubara. Selain itu, penelitian dapat diperkaya dengan menggabungkan metode Altman Z-Score dengan model prediksi kebangkrutan lainnya, seperti model Springoh atau Ohlson, untuk meningkatkan akurasi prediksi dan mengurangi potensi kesalahan. Terakhir, studi lebih lanjut dapat dilakukan untuk menginvestigasi faktor-faktor spesifik di industri pertambangan batubara yang paling berpengaruh terhadap risiko kebangkrutan, seperti fluktuasi harga batubara, regulasi pemerintah, atau biaya operasional, sehingga perusahaan dapat mengembangkan strategi mitigasi risiko yang lebih efektif.

Read online
File size214.86 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test