STIDNATSIRSTIDNATSIR

Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi UmmatJurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat

Kemunculan aliran menyimpang Hakekok Balakasuta di Desa Karangbolong Kecamatan Cigeulis Banten memunculkan keresahan bagi umat Islam dan lembaga Islam baik pemerintah maupun non pemerintah. Hal ini mendorong Kementrian Agama melalui penyuluh agama Islam non-PNS melakukan pembinaan kepada Masyarakat tersebut agar tidak menyimpang. Tujuan Penelitian: Untuk Mengetahui Bagaimana Peran Penyuluh Agama Islam non-PNS Dalam Membina masyarakat Melalui Program Keagamaan di Kecamatan Cigeulis Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten. Metode Penelitian: Kualitatif. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan peran penyuluh agama Islam non-PNS dalam membina masyarakat melalui program keagamaan di kecamatan Cigeulis kabupaten Pandeglang provinsi Banten mempunyai tiga peran. Peran informatif dan edukatif, penyuluh agama memberikan informasi maupun pendidikan Islam secara langsung maupun tidak langsung. Peran konsultatif dengan cara membantu menjawab pertanyaan, keluhan dan kebutuhan masyarakat yaitu membantu menyalurkan bantuan bersifat materi. Peran sebagai advokasi, penyuluh agama rutin memberikan kajian melalui majelis talim dan melindungi masyarakat dari pihak yang ingin menerima informasi langsung dari masyarakat.

Penyuluh Agama Islam non-PNS di Kecamatan Cigeulis berperan sebagai informatif, edukatif, konsultatif, dan advokatif dalam membina masyarakat, khususnya mantan penganut aliran menyimpang Hakekok Balakasuta.Mereka memberikan informasi dan edukasi Islam melalui penyuluhan langsung, kajian rutin di majelis talim, serta membantu masyarakat dalam urusan administratif dan materi seperti surat kepemilikan rumah dan bantuan sosial.Sebagai advokat, penyuluh melindungi dan mendampingi mantan penganut aliran ketika media atau pihak luar datang, serta memastikan keberlangsungan program keagamaan secara rutin.

Penelitian selanjutnya dapat meneliti secara kuantitatif seberapa besar dampak program penyuluhan informatif dan edukatif terhadap perubahan perilaku keagamaan masyarakat di Kecamatan Cigeulis, khususnya pada kelompok mantan penganut aliran Hakekok Balakasuta, dengan menggunakan desain survei longitudinal. Selanjutnya, studi komparatif antara penyuluh agama Islam non‑PNS dan penyuluh agama PNS dapat mengungkap perbedaan efektivitas, tantangan, dan sumber daya yang memengaruhi keberhasilan program keagamaan, sehingga memberikan rekomendasi kebijakan bagi kementerian agama. Selain itu, penelitian kualitatif mengenai peran teknologi digital, seperti aplikasi belajar agama dan media sosial, dalam memperkuat proses pembinaan dan mitigasi radikalisme di kalangan anak‑anak muda di desa‑desa terpencil dapat memperluas wawasan tentang strategi dakwah modern. Kombinasi ketiga pendekatan ini diharapkan dapat memberikan gambaran menyeluruh tentang faktor‑faktor penunjang dan hambatan dalam pelaksanaan penyuluhan agama, serta menyusun model intervensi yang lebih adaptif dan berkelanjutan.

  1. PERAN PENYULUH AGAMA ISLAM NON PNS DALAM MEMBINA MASYARAKAT MELALUI PROGRAM KEAGAMAAN DI KECAMATAN CIGEULIS... doi.org/10.38214/jurnalbinaummatstidnatsir.v8i1.266PERAN PENYULUH AGAMA ISLAM NON PNS DALAM MEMBINA MASYARAKAT MELALUI PROGRAM KEAGAMAAN DI KECAMATAN CIGEULIS doi 10 38214 jurnalbinaummatstidnatsir v8i1 266
Read online
File size277.11 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test