PNUPPNUP

Dynamic Header with Logo from URLDynamic Header with Logo from URL

Gedung Laboratorium dan Bengkel Jurusan Teknik Mesin di Kampus PNUP diharuskan dengan desain struktur berupa bentang panjang dan bebas kolom, hal ini membutuhkan alternatif penggunaan material yang sesuai untuk bentang lebar seperti baja castella. Dengan alternatif penampang ini diharapkan dapat mengurangi berat struktur serta menjaga agar lendutan yang terjadi tidak terlalu besar. Penelitian ini dilakukan dengan memodelkan dan menganalisis gedung eksisting dengan model truss (Model 1) dalam ETABS v.18. Selanjutnya, memodelkan ulang struktur pengaku antar kolom menjadi balok castella (model 2). Hasil analisis struktur untuk model 1 diperoleh nilai rasio kekuatan penampang > 1 kemudian didesain ulang menggunakan model 2 yaitu penampang baja castella profil IWF450.150.6,5.9. Hasil perhitungan diperoleh nilai Pu = 302,725 kN > Pr = 268 ; Mc = 2279,55 Kn.m > Mr = 114 kN.m ; Imax = 0,887 < 1 ; ϕbMn = 9,59354 kN.m ≥ Mu = 3,22 ; ϕv.Rn = 73,125 kN ≤ Vrh = 21,4 kN, Lendutan yang diperoleh dari hasil analisis model 2 sebesar 75,1408 mm dan perhitungan manual sebesar 97.44 mm lebih kecil dari lendutan izin struktur yaitu 120,833 mm sehingga pengaplikasian baja castella sebagai struktur pengaku antar kolom direkomendasikan mengganti struktur truss yang telah ada. Pada metode pengangkatan dilakukan analisis dengan menghitung lendutan yang terjadi dengan menggunakan variasi jumlah tali crane. Dari hasil perhitungan, pengangkatan balok baja castella dapat menggunakan 2 mobile crane dengan jumlah ikatan tali sebanyak 4 tali crane, metode ini lendutan terbesar 1,185 mm dibandingkan dengan penggunaan 1 mobile crane dengan 2 tali crane diperoleh lendutan sebesar 96 mm.

Analisis ETABS menunjukkan rasio kekuatan penampang truss > 1, sehingga desain ulang dengan profil baja castella IWF450.9 menghasilkan nilai struktural yang memenuhi semua kriteria keselamatan (Pu > Pr, Mc > Mr, Imax < 1, ϕbMn ≥ Mu, ϕv.Lendutan yang dihitung baik dengan metode ETABS (75,14 mm) maupun perhitungan manual (97,44 mm) lebih kecil daripada batas izin lendutan (120,83 mm), sehingga penggunaan baja castella dapat menggantikan struktur truss pada gedung.Metode pengangkatan yang paling aman adalah menggunakan dua mobile crane dengan empat ikatan tali, yang menghasilkan lendutan maksimum hanya 1,185 mm dibandingkan dengan 96 mm pada konfigurasi satu crane dan dua tali.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi kinerja baja castella pada struktur bentang panjang ketika terkena beban dinamis seperti gempa bumi, untuk memahami respons seismik dan meningkatkan keamanan. Selanjutnya, perlu dilakukan optimasi konfigurasi pengangkatan dengan variasi jumlah crane, panjang tali, dan sudut ikatan guna meminimalkan lendutan dan meningkatkan efisiensi operasional pada proses pemasangan balok castella. Selain itu, analisis biaya siklus hidup dan dampak lingkungan dari penggantian sistem truss dengan baja castella pada berbagai tipe bangunan dapat memberikan wawasan ekonomis dan keberlanjutan yang lebih komprehensif bagi industri konstruksi.

Read online
File size489.95 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test