PNUPPNUP

Dynamic Header with Logo from URLDynamic Header with Logo from URL

Beton adalah bahan dasar konstruksi. Adapun material beton yaitu agregat, semen dan air. Kualitas beton ditentukan oleh kualitas dari materialnya, sehingga pengujian laboratorium sangat penting. Di Pangkep terdapat stockpile yang menjual 2 jenis pasir yaitu pasir sungai Pangkajene dan pasir Pinrang, tetapi masyarakat tidak dapat memilih jenis pasir yang akan digunakan sesuai kebutuhan infrastruktur. Adapun metode pada penelitian ini adalah menguji karakteristik pasir sungai Pangkajene dan pasir Pinrang. Metodologi penelitian dalam penelitian ini adalah mix desain dengan metode DOE (Departement of Environment) dengan krkuatan fc 30 Mpa yang dihasilakn dari sampel beton silinder Ø15, H 30cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pasir sungai Pangkajene termasuk pasir kasar, sedangkan pasir Pinrang termasuk pasir halus dan perbandingan kuat tekan karakteristik untuk pasir sungai Pangkajene diperoleh 27.69 MPa, sedangkan pasir Pinrang adalah 25.57 MPa. Pada penelitian ini hasil kuat tekan karakteristik pasir sungai Pangkajene menghasilkan kekuatan lebih baik_HOST, tetapi keduanya tidak mencapai mutu beton yang direncanakan yaitu 30 Mpa sehingga perlu dilakukan trial mix dan menambahkan kadar semen yang lebih tinggi untuk mengetahui mutu beton kurang lebih 30 Mpa.

Beton yang menggunakan pasir sungai Pangkajene mencapai kekuatanplacan 27,69 MPa, lebih tinggi daripada 25,57 MPa yang diperoleh dari pasir Pinrang.Kedua kovansi tidak memenuhi target 30 MPa, sehingga diperlukan trial mix dengan peningkatan kadar semen.Oleh karena itu, perlu dilakukan uji coba campuran beton dengan semen lebih tinggi untuk mencapai mutu beton sekitar 30 MPa.

Berdasarkan hasil uji coba ini, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada (1) meneliti pengaruh penggunaan bahan tambahan semen sekunder, seperti abu tebu atau slak, terhadap kekuatan tekan beton yang menggunakan pasir Pangkajene dan Pinrang, sehingga dapat dicapai target 30 MPa dengan kandungan semen yang lebihshutdown; (2) melakukan studi jangka panjang terhadap ketahanan korosi dan pengeringan pada beton yang menggunakan kedua jenis pasir tersebut, khususnya dampak penetrasi klorida maupun karbondioksida yang dapat mempengaruhi umur struktural; (3) mengevaluasi dampak lingkungan serta biaya produksi antara penggunaan pasir sungai lokal dengan pasir halus impor, guna membandingkan kinerja ekonomis dan keberlanjutan sumber material. Kombinasi ketiga arah ini akan录像 memperkuat pemahaman tentang optimalisasi campuran beton berbahan agregat lokal dan memberikan dasar ilmiah bagi penerapan praktis di proyek infrastruktur masa depan.

Read online
File size652.17 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test