ISI SURAKARTAISI SURAKARTA

Dewa Ruci: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan SeniDewa Ruci: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni

Docudrama merupakan program televisi yang menawarkan genre hibrida antara kenyataan dan fiksi untuk menyampaikan realitas sosial-budaya Ciayumajakuning dalam bentuk drama. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan struktur drama, visualisasi, dan audio dari prototipe docudrama serta mendukung studi hasil uji coba melalui apresiasi. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif yang diterapkan pada prototipe docudrama. Uji coba publik dilakukan melalui kuesioner untuk menganalisis apresiasi audiens. Judul Becak Stasiun merepresentasikan komunitas Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan) sebagai pertunjukan drama yang diatur di stasiun kereta api, Nasi Jamblang, dan desa nelayan dengan pemandangan Cirebon yang mendukung visualisasinya. Bahasa yang digunakan adalah campuran dialek Jawa dan Sunda, disertai musik dan lagu daerah dengan nuansa tarling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa survei apresiasi audiens menunjukkan bahwa Docudrama Becak Stasiun menarik dan edukatif dengan menyoroti potensi Cirebon, termasuk nilai-nilai artistik dan budayanya. Sebagai acara televisi, prototipe Docudrama Becak Stasiun merepresentasikan etnografi komunitas Ciayumajakuning dan berfungsi sebagai media untuk menyampaikan kebijaksanaan lokal yang menarik minat masyarakat Cirebon dan sekitarnya.

Episode pertama docudrama Becak Stasiun mengeksplorasi esensi menarik komunitas Cirebon, yang menonjolkan keunikan daya tarik budaya wilayah tersebut.Kampung Nelayan menjadi salah satu setting utama, yang memberikan gambaran tentang komunitas nelayan yang hidup dan keindahan mangrove.Selain itu, campuran dialog dalam bahasa Indonesia, Jawa, dan Sunda, serta adegan menarik yang menampilkan seni bela diri khas Cirebon, secara indah merepresentasikan kebijaksanaan lokal.Selain itu, spesialisasi kuliner Cirebon ditampilkan dalam adegan di Nasi Jamblang.Akhirnya, adegan di Stasiun Kereta Api Cirebon menggambarkan esensi fasilitas umum dan transportasi yang membawa pengunjung ke atmosfer yang hidup.Kebijaksanaan lokal semakin ditekankan melalui karakter-karakter yang dimainkan oleh anggota komunitas setempat.Daya tarik utama program ini terletak pada keterlibatan masyarakat lokal dalam acara televisi, yang menunjukkan bahwa settingnya sangat terkait dengan lingkungan sosial, budaya, dan linguistik pemirsa, serta aktornya sendiri.Produksi Docudrama Becak Stasiun adalah proses bertahap penelitian dan produksi.Karya ini dibuat berdasarkan penelitian terhadap masyarakat dan lingkungannya, yang menjadi dasar untuk membangun elemen-elemen dramatis.Emosi audiens dihasilkan melalui interaksi visual dan teks yang secara akurat mencerminkan pengalaman mereka.Sebagai prototipe, docudrama Becak Stasiun menjalani proses uji coba yang melibatkan apresiasi dan diskusi selama pemutaran perdana.Data respons audiens dikumpulkan melalui kuesioner dan diskusi terbuka.Hasil dua uji coba menunjukkan antusiasme audiens terhadap acara tersebut, yang memberikan pengetahuan tentang potensi wilayah Ciayumajakuning.Keragaman audiens dalam hal pekerjaan, usia, dan asal wilayah menunjukkan bahwa docudrama ini menarik semua kalangan.Penonton di wilayah Ciayumajakuning menantikan kelanjutan program ini.Berdasarkan umpan balik audiens, ada tingkat antusiasme yang signifikan terhadap episode mendatang, dengan harapan konten yang lebih menarik.Keinginan audiens untuk penyajian emosional dari pengetahuan lokal yang dirancang untuk membangkitkan empati kuat mendorong antusiasme ini.Selain itu, ada permintaan kuat untuk elemen komedi untuk menjaga audiens tetap terhibur dan terlibat.Tujuan utama adalah menciptakan acara yang tidak hanya memberikan pengetahuan tetapi juga membentuk perilaku sosial untuk menjaga identitas individu dan budaya.Prototipe Docudrama Becak Stasiun diharapkan diproduksi secara berkelanjutan dan ditayangkan sebagai program utama RCTV dalam beberapa episode.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada eksplorasi budaya lokal lainnya di wilayah Ciayumajakuning untuk menciptakan karya seni yang lebih beragam. Selain itu, penelitian bisa mengkaji dampak jangka panjang docudrama dalam memperkuat kesadaran budaya masyarakat setempat. Terakhir, studi tentang integrasi teknologi digital dalam produksi docudrama bisa menjadi arah penelitian baru, seperti penggunaan augmented reality untuk memperkaya pengalaman visual dan interaktif penonton.

  1. Designing a Questionnaire for a Research Paper: A Comprehensive Guide to Design and Develop an Effective... doi.org/10.51983/ajms-2022.11.1.3087Designing a Questionnaire for a Research Paper A Comprehensive Guide to Design and Develop an Effective doi 10 51983 ajms 2022 11 1 3087
  2. Dewa Ruci: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni. generating local wisdom prototype docudrama becak stasiun... doi.org/10.33153/dewaruci.v20i1.6596Dewa Ruci Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni generating local wisdom prototype docudrama becak stasiun doi 10 33153 dewaruci v20i1 6596
  3. Resepsi khalayak pada program acara televisi di Trans 7 sebagai media edukasi | Amalia | ProTVF. resepsi... doi.org/10.24198/ptvf.v6i1.36061Resepsi khalayak pada program acara televisi di Trans 7 sebagai media edukasi Amalia ProTVF resepsi doi 10 24198 ptvf v6i1 36061
  4. Dewey: A Pragmatist View of History in: Journal of the Philosophy of History Volume 6 Issue 2 (2012).... brill.com/view/journals/jph/6/2/article-p173_2.xmlDewey A Pragmatist View of History in Journal of the Philosophy of History Volume 6 Issue 2 2012 brill view journals jph 6 2 article p173 2 xml
Read online
File size1.21 MB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test