UnnasUnnas

SARGA: Journal of Architecture and UrbanismSARGA: Journal of Architecture and Urbanism

Okularsentrisme menjadi sebuah kepercayaan yang didasarkan hanya pada yang dilihat. Kepercayaan ini membentuk persepsi–persepsi pada otak manusia pada setiap objek yang ada di sekitarnya. Pandemic fatigue di Indonesia adalah hal yang berdampak besar pada pembentukan mental dalam menghadapi pandemi. Gejala mental ini menjadi awal mula tingginya kasus burnout dan depresi yang terjadi saat bekerja. Sehingga dalam penelitian ini bertujuan untuk menghubungkan tingkatan perilaku yang terjadi pada seseorang dengan gejala pandemic fatigue dalam mempengaruhi pemikiran okularsentrisme pada satu desain ruang kantor yang akan digagas dalam sudut pandang neuro arsitektur. Penelitian ini dilakukan dalam koridor penelitian eksperimental dengan pengolahan data kuantitatif dengan menggunakan SEM (Structural Equation Modelling) menggunakan software SEM – PLS. Kondisi pandemic fatigue saat bekerja terdapat 4 variabel internal yaitu: workload, workflow, work-conflict, dan work climate. Keempat variabel dipengaruhi ruang aktivitas, waktu dan prokes yang dipengaruhi secara eksternal. Hasil Analisis Struktural Equation modelling menunjukkan adanya hubungan pada faktor eksternal pada internalnya. Okularsentrisme diukur melalui nilai antara perilaku akibat kelelahan yang berdasarkan hasil kuesioner, durasi fiksasi pembentukan atensi persepsi visual pada desain-desain kantor yang ada di Indonesia, dan fungsi-fungsi ruang dalam gedung perkantoran. Fungsi Ruang akan berbanding lurus dengan penciptaan perilaku pengguna ruang, namun tidak dengan atensi terhadap ruang.

Tingkatan pandemic fatigue pada kondisi bekerja terjadi pada tujuh level yang memengaruhi kondisi kerja serta fisik pekerja.Penelitian ini mengidentifikasi dua belas elemen desain ruang kerja berbasis okularsentrisme yang dapat menjadi dasar bagi studi lanjutan.Hubungan antara fungsi ruang, atensi, dan perilaku pengguna menunjukkan bahwa fungsi ruang lebih berpengaruh terhadap perilaku dibandingkan atensi, memberikan pedoman untuk perancangan lingkungan kerja yang lebih baik pasca‑pandemi.

Penelitian lanjutan dapat menyelidiki bagaimana sistem ventilasi adaptif yang mengoptimalkan sirkulasi udara memengaruhi tingkat pandemic fatigue serta persepsi okularsentrisme pada pengguna ruang kantor, sehingga dapat menghasilkan rekomendasi desain yang lebih sehat. Selain itu, studi longitudinal yang memanfaatkan eye‑tracker untuk mengamati perubahan pola perhatian visual karyawan selama periode pasca‑pandemi dapat mengungkap hubungan antara visual attention, kesejahteraan mental, dan produktivitas kerja seiring berjalannya waktu. Selanjutnya, penelitian tentang penerapan teknologi tanpa sentuh (touchless) pada elemen arsitektural seperti pegangan pintu, panel kontrol, dan permukaan kerja dapat mengevaluasi efektivitasnya dalam mengurangi rasa kelelahan pandemic fatigue serta meningkatkan persepsi ruang yang aman dan nyaman. Ketiga arah penelitian tersebut diharapkan memberikan wawasan baru bagi perancangan ruang kerja yang responsif terhadap kondisi psikologis dan fisik pekerja, serta memperkuat basis ilmiah neuro‑arsitektur di masa depan.

  1. OSF. osf doi.org/10.31234/osf.io/2xvbrOSF osf doi 10 31234 osf io 2xvbr
  2. "Too Much ‘Stuff’ and the Wrong Space: A Conceptual Framework of Materi" by Elena... doi.org/10.7454/in.v3i2.78Too Much AoStuffAo and the Wrong Space A Conceptual Framework of Materi by Elena doi 10 7454 in v3i2 78
  3. Ocularcentrism in Singapore: A Preliminary Analysis of Architecture | eTropic: electronic journal of... journals.jcu.edu.au/etropic/article/view/3640Ocularcentrism in Singapore A Preliminary Analysis of Architecture eTropic electronic journal of journals jcu edu au etropic article view 3640
Read online
File size281.28 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test