UnnasUnnas

SARGA: Journal of Architecture and UrbanismSARGA: Journal of Architecture and Urbanism

Taman burung di kawasan perkotaan merupakan salah satu strategi integrasi lanskap ekosistem yang mampu mendukung keberlanjutan lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas ruang hijau kota. Penelitian ini mengkaji Taman 3 Generasi Balikpapan sebagai studi kasus untuk mengevaluasi sejauh mana elemen desain lanskapnya memenuhi kriteria taman burung yang ramah ekosistem. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui observasi langsung dan analisis, penelitian menilai aspek struktural (jalur, kontur, elemen air, tempat berlindung, dan fasilitas pendukung) serta aspek vegetatif (jenis dan fungsi vegetasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar elemen fisik Taman 3 Generasi telah sesuai dengan prinsip desain taman burung, terutama pada keberadaan elemen air, rumah burung, serta vegetasi yang menyediakan sumber makanan dan tempat berlindung. Namun, keterbatasan variasi kontur dan spesies tanaman tertentu masih menjadi faktor yang perlu ditingkatkan untuk memperkuat fungsi ekologisnya. Temuan ini menegaskan bahwa Taman 3 Generasi memiliki potensi sebagai model integrasi desain lanskap ekosistem pada taman burung perkotaan, sekaligus memberikan kontribusi bagi konservasi biodiversitas dan peningkatan kualitas lingkungan hidup di kawasan urban.

Penelitian ini menunjukkan bahwa Taman 3 Generasi telah mengimplementasikan sebagian besar kriteria desain taman burung yang ramah ekosistem, baik dari aspek struktural maupun vegetatif.Jalur pedestrian dengan pola organik, keberadaan elemen air, sumber makanan serta vegetasi berlapis yang mendukung aktivitas berlindung, bersarang, dan mencari makan bagi burung, merupakan elemen-elemen penting yang telah diterapkan dengan cukup baik.Dengan demikian, Taman 3 Generasi dapat dikategorikan sebagai contoh penerapan integrasi lanskap ekosistem dalam perencanaan dan desain taman kota berkelanjutan, yang tidak hanya memenuhi kebutuhan manusia, tetapi juga mendukung keberadaan makhluk hidup lain di lingkungan perkotaan.

Penelitian lanjutan dapat menyelidiki bagaimana variasi mikrotopografi seperti bukit kecil atau kontur tidak merata memengaruhi keberagaman dan perilaku burung di taman kota, sehingga dapat memberikan panduan desain yang lebih tepat untuk habitat mikro. Selain itu, diperlukan studi komparatif mengenai dampak penanaman spesies tanaman nektar asli versus spesies eksotik terhadap kunjungan dan kepadatan spesies burung nectarivora, guna menilai manfaat konservasi tanaman lokal dalam meningkatkan populasi burung. Selanjutnya, penelitian harus membandingkan efektivitas penggunaan groundcover alami dibandingkan turf tradisional dalam menyediakan sumber makanan, tempat berlindung, dan mengurangi penggunaan pestisida, sehingga dapat mengidentifikasi praktik pengelolaan taman yang paling ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Read online
File size938.27 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test