UnnasUnnas

SARGA: Journal of Architecture and UrbanismSARGA: Journal of Architecture and Urbanism

Kota Pontianak adalah kota yang terbentuk dari sungai Kapuas yang terbelah menjadi dua sungai yaitu sungai Kapuas Kecil dan sungai Landak yang menjadi ikonik Kota Pontianak. Dahulunya pusat peradaban kota ini berada di tepian sungai dengan orientasi bangunan dan bentuk yang terpengaruh terhadap sungai dan parit-parit didalamnya, tak ayal kota Pontianak disebut juga dengan kota seribu parit dengan jumlah parit yang mencapai ribuan. Seiring perkembangan zaman dengan berkembangnya berbagai teknologi termasuk moda transportasi darat, orientasi masyarakat secara perlahan yang dahulu mengorientasikan permukiman terhadap air seakan beralih orientasi ke darat sehingga menjadikan kota Pontianak tidak lagi sepenuhnya berorientasi terhadap parit dan sungai. Penelitian melalui studi tipologi dan morfologi koridor parit pada penelitian ini bertujuan untuk melihat karakteristik dan identitas bentuk kawasan yang ada di tepian koridor parit di Kota Pontianak sehingga dari hasil penelitian ini diharapkan karakteristik dan identitas itu dapat dikembangkan sehingga mengeluarkan strategi serta melestarikan kota parit.

Dapat disimpulkan bahwa Koridor Parit Besar ini memiliki peran penting fungsi ekonomi di Kota Pontianak dengan adanya kawasan komersil yang sangat tinggi, bangunan yang padat serta minim ditemukannya area Koofesien Dasar Hijau pada persil (kebanyakan pada tepi jalan) segmen amatan baik segmen 1 hingga segmen 3.Dominasi Karakteristik komersil tersebut dikarenakan kawasan Parit Besar ini termasuk kawasan yang pertama kali dikembangkan oleh Kesultanan Kadriah Pontianak sehingga kawasan ini menjadi generator ekonomi di Pontianak sehingga menjadi area perdagangan terbesar di Kota Pontianak pada jamannya serta dikarenakan faktor adanya koridor jalan arteri dan jalan kolektor yang saling berhubungan di segmen amatan Parit Besar.Selain itu, lebar parit yang berada di Parit ini juga berbeda tiap segmen.Pada segmen 1 lebar parit memiliki lebar 4-10 meter, segmen 2 lebar mencapai 4-6 meter, dan segmen 3 lebar kurang dari 4 meter dengan dominasi bangunan menghadap ke arah parit dan koridor jalan.Dari temuan tersebut, sangat dikhawatirkan koridor parit pada Parit Besar ini terus kehilangan karakternya dari segi keberadaan aliran Parit Besar itu sendiri.Maka dari itu saran yang diberikan kepada Pemerintah Kota Pontianak adalah perlu adanya kebijakan-kebijakan yang dibuat untuk mempertahankan karakteristik kawasan tepi Parit di Kota Pontianak serta kajian untuk perkembangan kawasan tepi parit Kota Pontianak agar tidak terjadi salah rancang dan perencanaan serta melestarikan kawasan tepian parit dalam skala urban yang berkelanjutan demi mencapai tujuan “waterfront city.Adapun saran bagi pembaca agar untuk meneruskan penelitian dengan mengidentifikasi parit-parit lain di Kota Pontianak sehingga dapat membandingkan karaktersitik antar parit di Kota Pontianak secara keseluruhan.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan kajian lebih mendalam tentang perkembangan kawasan tepi parit Kota Pontianak agar tidak terjadi kesalahan dalam perencanaan dan rancangan. Kedua, penelitian tentang strategi pelestarian kawasan tepian parit dalam skala urban yang berkelanjutan demi mencapai tujuan waterfront city dapat menjadi fokus penelitian selanjutnya. Terakhir, penelitian tentang karakteristik antar parit di Kota Pontianak secara keseluruhan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang kota parit ini.

Read online
File size1.72 MB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test