UnnasUnnas

SARGA: Journal of Architecture and UrbanismSARGA: Journal of Architecture and Urbanism

Mesin Computer Numeric Control ( CNC ) adalah pengembangan dari mesin yang sudah ada sebelumnya tetapi belum menggunakan computer, masih menggunakan model sebagai contoh duplikasinya yang disebut Numeric Control ( NC ). Mesin Computer Numeric Control ( CNC ) pada awalnya dipergunakan sebagai alat cetak industri terutama pada bidang mesin dan otomotif. Computer Numeric Control ( CNC ) pada dasarnya dapat memakai bahan apa saja yang secara fisik bisa digrafir atau dibor ( dengan penyesuaian tertentu pada alat potongnya sesuai klasifikasi bahan ). Bahan material dasar yang sering dipakai dengan Mesin Computer Numeric Control ( CNC ) antara lain : metal / besi, kayu, plastic dan aluminium. Dari beberapa hal tersebut apakah mesin Computer Numeric Control ( CNC ) dapat berperan dalam sebuah karya arsitektur yang dihasilkan seorang arsitek?, atau apakah nantinya dengan adanya teknologi semacam ini peran arsitek tak lagi dibutuhkan? Pada sebuah karya arsitektur material bahan bangunan fabrikasi yang dihasilkan oleh Mesin Computer Numeric Control ( CNC ), biasanya dipakai sebagai finishing, walau tidak menutup kemungkinan dipakai sebagai sebuah struktur dengan rekayasa tertentu, dan juga material fabrikasi semacam ini dipakai sebagai bagian dari interior maupun produk produk furnitur hingga pelengkap suatu ruangan seperti vas, lampu, rak, dll. Produk Computer Numeric Control ( CNC ) pada sebuah karya arsitektur juga sangat indah dinikmati sebagai komponen yang diekspos pada bangunan. Suatu hasil dari produk Computer Numeric Control ( CNC ) tidak dapat dikategorikan sebagai karya arsitektur apabila hanya indah tetapi tanpa makna. Seorang arsitek menggunakan Mesin Computer Numeric Control ( CNC ) adalah sebagai tools atau alat kepanjangan tangan untuk menerjemahkan konsep dan arti dari sebuah karya arsitektur.

Mesin Computer Numeric Control (CNC) merupakan pengembangan dari teknologi sebelumnya yang awalnya digunakan di industri, namun kini diaplikasikan secara luas dalam arsitektur untuk fabrikasi material.CNC menawarkan keunggulan dalam presisi, efisiensi waktu, dan fleksibilitas bahan (kayu, logam, plastik) untuk menghasilkan berbagai elemen arsitektur seperti finishing, interior, furnitur, hingga struktur dengan rekayasa khusus.Meskipun teknologi CNC sangat berguna sebagai alat bantu arsitek dalam menerjemahkan ide dan konsep ke dalam wujud fisik, namun hasil produk CNC tidak dapat dikategorikan sebagai karya arsitektur sejati tanpa makna dan peran konseptual dari seorang arsitek.

Penelitian ini telah menyajikan tinjauan komprehensif mengenai peran Mesin Computer Numeric Control (CNC) dalam menghasilkan elemen-elemen arsitektur yang presisi dan estetis. Namun, untuk memperkaya pemahaman dan praktik di masa depan, terdapat beberapa arah studi lanjutan yang dapat dieksplorasi. Pertama, menarik untuk menyelidiki bagaimana para arsitek dapat lebih mendalam mengintegrasikan aspek konseptual dan naratif ke dalam desain fabrikasi CNC. Mengingat bahwa sebuah produk CNC dianggap bukan karya arsitektur sejati tanpa makna, penelitian dapat mengeksplorasi metodologi perancangan yang memungkinkan penciptaan karya-karya yang tidak hanya canggih secara teknis tetapi juga kaya akan substansi filosofis dan kontekstual. Ini bisa melibatkan studi kasus praktik arsitektur inovatif atau pengembangan kerangka kerja desain yang memprioritaskan makna dalam setiap tahapan fabrikasi digital. Kedua, studi di masa depan perlu meneliti lebih jauh aspek performa jangka panjang dan keberlanjutan material yang diproses menggunakan CNC, terutama dalam konteks arsitektur di Indonesia. Meskipun paper ini menyebutkan berbagai material yang dapat digunakan, evaluasi mendalam mengenai ketahanan struktural, respons terhadap iklim tropis, serta implikasi lingkungan dari proses produksi dan siklus hidup material fabrikasi CNC masih menjadi area yang terbuka untuk riset. Hal ini penting untuk memastikan bahwa inovasi estetika juga sejalan dengan tanggung jawab ekologis dan fungsional bangunan. Ketiga, mengingat potensi efisiensi yang ditawarkan CNC, ada kebutuhan untuk memahami bagaimana teknologi ini dapat diakses dan diimplementasikan secara ekonomis oleh praktik arsitektur skala kecil dan menengah di Indonesia. Pertanyaan penelitian dapat berpusat pada model kolaborasi, layanan fabrikasi bersama, atau pengembangan perangkat lunak open-source yang dapat menurunkan hambatan adopsi teknologi CNC, sehingga demokratisasi inovasi desain dapat terwujud lebih luas dalam industri arsitektur nasional.

Read online
File size496.94 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test