MULYALITERASIMULYALITERASI

Diksi: Jurnal Pendidikan dan LiterasiDiksi: Jurnal Pendidikan dan Literasi

Pendidikan antikorupsi merupakan strategi pencegahan yang sangat penting di tengah maraknya kasus korupsi di Indonesia. Institusi pendidikan tinggi memainkan peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai integritas kepada mahasiswa, termasuk melalui mata kuliah Bahasa Inggris untuk Hukum. Penelitian ini berfokus pada mahasiswa program Hukum Tata Negara (HTN) di UIN Jurai Siwo Lampung, dengan tujuan menganalisis persepsi dan kebutuhan mereka terkait pengintegrasian tema antikorupsi ke dalam pengajaran Bahasa Inggris untuk Hukum. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi kelas dan wawancara semi-terstruktur dengan mahasiswa HTN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa HTN sangat antusias terhadap integrasi konten antikorupsi ke dalam pengajaran bahasa Inggris karena relevansinya yang langsung terkait dengan studi administrasi negara, pengawasan kekuasaan, dan mekanisme checks-and-balances. Mereka memandang tema ini sangat relevan dengan kebutuhan akademis dan profesional mereka di masa depan sebagai calon ahli hukum konstitusi, hakim konstitusi, legislator, atau birokrat. Tantangan utama yang dihadapi antara lain keterbatasan pengetahuan mengenai kosakata hukum konstitusional dalam bahasa Inggris serta kurangnya pemahaman terhadap instrumen internasional seperti UNCAC. Rekomendasi penelitian ini mencakup pengembangan bahan ajar kontekstual yang menyoroti kasus-kasus korupsi yang berkaitan dengan administrasi negara, serta metode pembelajaran interaktif seperti simulasi sidang Mahkamah Konstitusi dan latihan bermain peran terkait pengawasan legislatif.

Mahasiswa Hukum Tata Negara di UIN Jurai Siwo Lampung menunjukkan antusiasme tinggi terhadap integrasi tema antikorupsi ke dalam mata kuliah Bahasa Inggris untuk Hukum karena relevansi langsung dengan studi administrasi negara dan mekanisme pengawasan.Namun, mereka menghadapi tantangan seperti keterbatasan kosakata hukum konstitusional dalam bahasa Inggris dan kurangnya pemahaman terhadap instrumen internasional.Penelitian ini menyarankan pengembangan bahan ajar kontekstual dan metode pembelajaran interaktif untuk meningkatkan kompetensi bahasa dan nilai integritas.

Penelitian lanjutan dapat mengembangkan bahan ajar berbasis kasus korupsi yang relevan dengan studi hukum tata negara untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa. Selain itu, perlu dilakukan eksplorasi metode pembelajaran interaktif seperti simulasi persidangan konstitusi untuk memperkuat keterampilan komunikasi dalam bahasa Inggris. Riset juga dapat fokus pada analisis perbandingan antara norma antikorupsi dalam konstitusi Indonesia dengan negara lain untuk memperluas wawasan mahasiswa tentang standar global.

Read online
File size154.55 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test