INSURIPONOROGOINSURIPONOROGO

Social Science AcademicSocial Science Academic

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep child support dari perspektif maqashid syariah dan relevansinya dalam menyelesaikan kasus perceraian modern, dengan fokus pada perlindungan lima elemen utama maqashid. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kepustakaan dan analisis putusan pengadilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa child support dalam perspektif Maqashid Sharia tidak hanya terbatas pada dukungan material, tetapi juga mencakup perlindungan lima elemen esensial: agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Pendekatan ini menawarkan kerangka kerja yang lebih komprehensif dan adaptif dibandingkan pendekatan fikih klasik, dan merekomendasikan perlunya standar child support berbasis Maqashid dalam penyusunan hukum Islam serta penguatan kapasitas hakim dan mediator dalam menerapkannya di pengadilan agama.

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa child support dalam perspektif maqashid syariah tidak terbatas pada pemenuhan kebutuhan material semata, melainkan mencakup perlindungan kelima unsur pokok maqashid.Pendekatan ini menawarkan kerangka yang lebih komprehensif dibandingkan fikih klasik yang cenderung tekstual dan minimalis.Negara melalui lembaga peradilan memiliki peran krusial dalam memastikan pemenuhan hak-hak ini, termasuk melalui mekanisme eksekusi yang tegas namun tetap memperhatikan prinsip keadilan bagi semua pihak.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan saran penelitian lanjutan yang ada, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menguji implementasi pendekatan maqashid secara empiris di berbagai wilayah, serta mengembangkan formula penghitungan nafkah yang lebih adaptif dengan mempertimbangkan dinamika ekonomi dan sosial kontemporer. Selain itu, perlu adanya penelitian yang mengeksplorasi bagaimana faktor-faktor budaya dan sosial lokal dapat memengaruhi interpretasi dan penerapan prinsip-prinsip maqashid dalam konteks child support, sehingga dapat menghasilkan solusi yang lebih relevan dan berkelanjutan. Terakhir, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model mediasi yang berbasis maqashid untuk membantu menyelesaikan sengketa nafkah anak secara damai dan adil, dengan mempertimbangkan kepentingan terbaik anak sebagai prioritas utama.

  1. Between Duty, Capacity, and Inability: Post-Divorce Child Support in Indonesian Religious Courts | Indonesian... doi.org/10.35719/8sjf7s13Between Duty Capacity and Inability Post Divorce Child Support in Indonesian Religious Courts Indonesian doi 10 35719 8sjf7s13
  2. Islamic Judicial Activism in Determining Child Maintenance: Ex Officio Authority and Peaceful Settlement... journal.iaincurup.ac.id/index.php/alistinbath/article/view/12755Islamic Judicial Activism in Determining Child Maintenance Ex Officio Authority and Peaceful Settlement journal iaincurup ac index php alistinbath article view 12755
  3. Jurnal Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam. confiscation husbands wealth collateral divorce... jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/samarah/article/view/17326Jurnal Samarah Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam confiscation husbands wealth collateral divorce jurnal ar raniry ac index php samarah article view 17326
  4. Assessing the Rate of Child Maintenance (Financial Support) from a Shariah Perspective: the Case of Malaysia... aljamiah.or.id/index.php/AJIS/article/view/58202Assessing the Rate of Child Maintenance Financial Support from a Shariah Perspective the Case of Malaysia aljamiah index php AJIS article view 58202
Read online
File size525.98 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test