STITNUALHIKMAHSTITNUALHIKMAH

MODELING: Jurnal Program Studi PGMIMODELING: Jurnal Program Studi PGMI

Penelitian studi literatur sistematis ini menganalisis model kurikulum dan strategi pembelajaran di Finlandia dan Korea Selatan untuk merumuskan implikasi kebijakan bagi penguatan implementasi Kurikulum Merdeka di tingkat pendidikan dasar Indonesia. Dengan menggunakan metode kualitatif tinjauan literatur, data dikumpulkan dari jurnal ilmiah dan dokumen kebijakan dalam rentang waktu 2019-2024. Hasil komparasi menunjukkan adanya dualisme filosofis: Finlandia memprioritaskan kesejahteraan siswa, kesetaraan, dan otonomi guru dengan mengurangi beban belajar, sementara Korea Selatan fokus pada kompetensi spesifik dan kesiapan kerja (job readiness) sebagai respons pragmatis terhadap tuntutan ekonomi. Meskipun Kurikulum Merdeka di Indonesia dinilai efektif untuk memperkuat keterampilan abad ke-21, tantangan struktural utamanya adalah kesenjalan kualitas dan pemerataan kompetensi guru serta disparitas regional. Implikasi kebijakan yang disarankan adalah : (1) Peningkatan kualitas dan otonomi guru secara komprehensif sebagai strategi utama. (2) Kurikulum Merdeka perlu menyeimbangkan fokus holistik (well-being) Finlandia dengan adopsi sistematis pada kesiapan kerja Korea Selatan. (3) Mengkonkretkan literasi digital melalui praktik seperti integrasi Computational Thinking (CT) yang diadopsi dari model Finlandia. Rekomendasi ini diharapkan dapat mengatasi kesenjalan dan memperkuat Kurikulum Merdeka.

Studi literatur komparatif ini mengonfirmasi bahwa kunci kemajuan sistem pendidikan di tingkat global tidak terletak pada satu model tunggal, melainkan pada konsistensi filosofi kurikulum dan kualitas implementasi yang didukung oleh profesionalisme guru.

Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi secara empiris bagaimana integrasi Computational Thinking (CT) ke dalam Kurikulum Merdeka mempengaruhi pencapaian kompetensi abad ke‑21 siswa di sekolah dasar Indonesia, misalnya dengan menguji model pembelajaran berbasis Scratch dalam konteks kelas nyata. Selain itu, diperlukan studi komparatif yang meneliti adaptasi prinsip Competency‑Based Education (CBE) dari Korea Selatan ke dalam kurikulum nasional, dengan fokus pada efeknya terhadap kesiapan kerja lulusan dan tingkat pengangguran muda, sehingga dapat diidentifikasi faktor‑faktor kunci keberhasilan implementasi kebijakan tersebut. Selanjutnya, penelitian kebijakan dapat menyelidiki mekanisme efektif untuk meningkatkan kualitas dan otonomi guru secara merata di seluruh wilayah Indonesia, khususnya melalui program seleksi, pelatihan berkelanjutan, dan insentif yang memperhitungkan disparitas regional, guna mengurangi kesenjalan pendidikan antar daerah. Penelitian ini juga dapat memanfaatkan pendekatan mixed‑methods untuk menggabungkan data kuantitatif tentang hasil belajar dengan wawancara mendalam guru dan siswa, sehingga memberikan gambaran komprehensif tentang tantangan praktis dan persepsi komunitas pendidikan. Hasil yang diperoleh diharapkan dapat menjadi dasar bagi pembuat kebijakan dalam merumuskan strategi yang lebih terarah, inklusif, dan berkelanjutan untuk mewujudkan generasi emas yang berdaya saing global.

Read online
File size647.77 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test