UNSURUNSUR

JURNAL AGRITAJURNAL AGRITA

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh atribut aroma dan desain kemasan terhadap minat beli konsumen produk Minyak Atsiri Serai Wangi UMKM Shafaluna. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan berlangsung dari bulan November 2023 hingga bulan Juli 2024. Responden penelitian adalah masyarakat yang tinggal di Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya. Data primer dan sekunder dikumpulkan melalui wawancara, kuesioner, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan hasil F hitung sebesar 24,161 lebih besar dari F tabel yaitu 3,19, yang menandakan bahwa aroma dan desain kemasan secara bersama-sama mempengaruhi minat beli konsumen. Uji t menunjukkan bahwa nilai t-hitung pada variabel aroma adalah sebesar 2,282 lebih besar dari t-tabel yaitu 2,011 dan nilai signifikansi sebesar 0,027 yang lebih kecil dari 0,05. Uji t pada variabel desain kemasan menunjukkan hasil t-hitung 3,528 lebih besar dari t-tabel dan nilai signifikansi sebesar 0,001, lebih kecil dari 0,05. Secara parsial, atribut aroma dan desain kemasan berpengaruh terhadap minat beli konsumen produk minyak atsiri serai wangi UMKM Shafaluna. Nilai koefisiensi determinasi pada Adjusted R square sebesar 0,796, yang berarti 79,6% minat beli konsumen dipengaruhi oleh atribut aroma dan desain kemasan, sementara 20,4% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini yaitu atribut aroma dan desain kemasan memberikan pengaruh yang signifikan baik secara parsial maupun bersama-sama terhadap minat beli konsumen produk Minyak Atsiri Serai Wangi UMKM Shafaluna.

Berkenaan dengan hasil penelitian, atribut aroma produk terbukti berpengaruh secara parsial terhadap minat beli konsumen produk Minyak Atsiri Serai Wangi UMKM Shafaluna.Atribut desain kemasan produk juga menunjukkan pengaruh parsial yang signifikan terhadap minat beli konsumen.Selain itu, kombinasi atribut aroma dan desain kemasan secara simultan memberikan pengaruh signifikan terhadap minat beli konsumen.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pengaruh faktor-faktor tambahan seperti harga, kualitas produk, dan citra merek terhadap minat beli konsumen, sehingga dapat menjelaskan bagian variabel yang selama ini belum tercover (sekitar 20 % ). Selanjutnya, sebuah studi komparatif dengan sampel yang mencakup wilayah selain Daerah Istimewa Yogyakarta dapat menguji apakah pengaruh aroma dan desain kemasan bersifat universal atau dipengaruhi oleh konteks regional. Penelitian juga dapat menguji efektivitas kemasan ramah lingkungan, misalnya bahan biodegradable atau kemasan daur ulang, terhadap persepsi konsumen dan keputusan pembelian produk minyak atsiri. Selain itu, pendekatan sensory evaluation yang melibatkan uji penciuman terstruktur dapat memberikan insight lebih mendalam tentang preferensi aroma spesifik, seperti tingkat konsentrasi sitronelal atau geraniol, pada berbagai segmen konsumen. Terakhir, model multivariat yang mengintegrasikan variabel psikologis seperti motivasi pembelian dan loyalitas merek dapat memperkuat prediksi minat beli dan memberikan dasar yang lebih komprehensif bagi strategi pemasaran UMKM Shafaluna.

Read online
File size414.37 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test