AKPERGAPU JAMBIAKPERGAPU JAMBI

OjsGapuOjsGapu

Kekurangan energi kronik (KEK) adalah salah satu masalah gizi yang umum ditemukan pada wanita hamil di Indonesia, yang dapat mempengaruhi kesehatan ibu dan janin. KEK pada wanita hamil terkait dengan berbagai faktor, termasuk usia dan paritas ibu. Di Pusat Kesehatan Masyarakat Sawa di Kabupaten Konawe Utara, prevalensi KEK pada wanita hamil masih cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara usia dan paritas ibu dengan kejadian KEK pada wanita hamil di Pusat Kesehatan Masyarakat Sawa, Kabupaten Konawe Utara. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Pusat Kesehatan Masyarakat Abuki, dari tanggal 4 Juli 2025 hingga 2 Agustus 2025. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari seluruh 222 wanita hamil di wilayah kerja Pusat Kesehatan Masyarakat Abuki dari Januari hingga April 2025, dengan ukuran sampel 158 responden. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah accidental sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Chi-Square dengan tingkat signifikansi p-value 0,05. Hasil uji statistik Chi-Square pada variabel usia ibu diperoleh p-value 0,033 dan paritas diperoleh p-value 0,000. Terdapat hubungan antara usia ibu dengan kejadian kekurangan energi kronik pada wanita hamil, dan tidak terdapat hubungan antara paritas dengan kejadian kekurangan energi kronik pada wanita hamil. Oleh karena itu, upaya pencegahan dan intervensi yang lebih intensif perlu difokuskan pada kelompok wanita hamil ini untuk mencegah KEK dan meningkatkan kesehatan ibu dan janin.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, penulis dapat menyimpulkan bahwa terdapat hubungan antara usia dan paritas ibu dengan kejadian kekurangan energi kronik (CED) pada wanita hamil di wilayah kerja Pusat Kesehatan Masyarakat Sawa, Kabupaten Konawe Utara.Disarankan agar wanita hamil meningkatkan pengetahuan dan kesadaran akan pentingnya gizi selama kehamilan.Penting untuk mengonsumsi makanan yang beragam dan seimbang untuk memenuhi kebutuhan energi dan protein ibu dan janin, terutama jika mengalami mual atau penurunan nafsu makan.Selain itu, diharapkan peneliti selanjutnya dapat menyelidiki variabel-variabel seperti status gizi awal, asupan makanan harian, dan kondisi fisiologis seperti hyperemesis gravidarum.

Untuk penelitian lanjutan, penting untuk menyelidiki lebih lanjut faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian KEK pada wanita hamil. Penelitian ini dapat berfokus pada variabel-variabel seperti status gizi awal, asupan makanan harian, dan kondisi fisiologis seperti hyperemesis gravidarum. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi hubungan antara KEK dengan hasil kehamilan dan kelahiran, seperti berat badan bayi lahir rendah dan komplikasi kehamilan lainnya. Dengan memahami faktor-faktor risiko dan dampak KEK, intervensi dan strategi pencegahan yang lebih efektif dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesehatan ibu dan janin. Penelitian ini juga dapat membantu dalam merancang program pendidikan dan intervensi yang ditargetkan untuk kelompok wanita hamil yang rentan, seperti wanita hamil dengan usia yang sangat muda atau tua, atau wanita hamil dengan paritas tinggi. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam upaya mengurangi prevalensi KEK pada wanita hamil dan meningkatkan kesehatan ibu dan janin.

Read online
File size162.13 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test