AIPTLMI IASMLTAIPTLMI IASMLT

Journal of Indonesian Medical Laboratory and Science (JoIMedLabS)Journal of Indonesian Medical Laboratory and Science (JoIMedLabS)

Latar belakang: Cacing merupakan infeksi parasit yang masuk ke dalam tubuh manusia. Salah satu faktor yang menyebabkan cacing adalah kebersihan pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan antara faktor risiko dan dampak cacing terhadap kesehatan anak. Lokasi dengan risiko cacing yang tinggi adalah desa Karadenan, Kabupaten Bogor, karena kondisi desa tergolong kumuh. Metode: Penelitian ini bersifat analitis dengan desain penelitian potong lintang. Sampel terdiri dari 96 anak yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan mengisi kuesioner serta pemeriksaan cacing (soil transmitted helminths) menggunakan metode native. Analisis data menggunakan perangkat lunak statistik dengan uji chi‑square. Hasil: Prevalensi cacing sebesar 13,54 % dari 96 sampel, dengan jenis cacing tanah menular yang menginfeksi anak adalah Ascaris lumbricoides. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku hidup bersih dan sehat berpengaruh terhadap penurunan jumlah cacing pada anak di desa Karadenan.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat pengaruh signifikan perilaku hidup bersih dan sehat terhadap anak‑anak di desa Karadenan.Pemeriksaan cacing menunjukkan penurunan jumlah cacing pada sampel yang diuji.Temuan ini menegaskan pentingnya intervensi PHBS dalam mengurangi infeksi cacing tanah menular.

Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi efektivitas program PHBS secara longitudinal dengan membandingkan prevalensi cacing sebelum dan setelah intervensi selama minimal satu tahun, sehingga dapat menilai perubahan perilaku dan dampaknya terhadap penurunan infeksi. Selanjutnya, studi komparatif yang memanfaatkan metode diagnostik molekuler, seperti PCR, dapat dibandingkan dengan metode native yang digunakan pada penelitian ini untuk menentukan keakuratan identifikasi spesies helminths serta mengidentifikasi kemungkinan infeksi multipel. Selain itu, penelitian yang meneliti peran kontak dengan hewan ternak dan kontaminasi lingkungan, misalnya analisis tanah dan air di sekitar rumah, dapat mengungkap faktor eksternal tambahan yang berkontribusi pada transmisi cacing di daerah kumuh, sehingga memberikan dasar bagi strategi pencegahan yang lebih komprehensif. Semua rancangan tersebut diharapkan dapat memperluas pemahaman tentang dinamika penyebaran cacing dan memperkuat kebijakan kesehatan masyarakat.

  1. HUBUNGAN HIGIENE SANITASI DENGAN KEJADIAN INFEKSI Soil Transmitted Helminths PADA PEMULUNG DI TPS JATIBARANG... ejournal.poltekkes-smg.ac.id/ojs/index.php/jrk/article/view/2325HUBUNGAN HIGIENE SANITASI DENGAN KEJADIAN INFEKSI Soil Transmitted Helminths PADA PEMULUNG DI TPS JATIBARANG ejournal poltekkes smg ac ojs index php jrk article view 2325
  2. Penyuluhan mengenai bahaya "Kecacingan" di TPA Al Ikhlas Polri, Jatisampurna, Bekasi | ABSYARA:... doi.org/10.29408/ab.v2i2.4228Penyuluhan mengenai bahaya Kecacingan di TPA Al Ikhlas Polri Jatisampurna Bekasi ABSYARA doi 10 29408 ab v2i2 4228
  3. Examination for worms soil transmitted helminths with the influence of PHBS on children in Karadenan... doi.org/10.53699/joimedlabs.v5i1.148Examination for worms soil transmitted helminths with the influence of PHBS on children in Karadenan doi 10 53699 joimedlabs v5i1 148
Read online
File size442.47 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test