AIPTLMI IASMLTAIPTLMI IASMLT

Journal of Indonesian Medical Laboratory and Science (JoIMedLabS)Journal of Indonesian Medical Laboratory and Science (JoIMedLabS)

Latar belakang: Penggunaan pewarna alami dalam pemeriksaan mikroskopik, seperti identifikasi telur Soil-Transmitted Helminth (STH), menawarkan alternatif yang lebih aman dan ramah lingkungan. Daun miana (Plectranthus scutellaroides) yang mengandung tingkat anthocyanin tinggi berpotensi menjadi pewarna alami yang efektif untuk mewarnai telur STH pada sampel feses. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas pewarnaan ekstrak daun miana (Plectranthus scutellaroides) dalam mengidentifikasi telur STH dengan membandingkan berbagai konsentrasi ekstrak. Metode dan bahan: Pendekatan eksperimental dengan analisis data deskriptif diterapkan. Berbagai konsentrasi ekstrak daun miana (rasio 1:1, 1:2, dan 1:3 dengan air suling) diuji pada sampel feses yang positif terhadap telur STH. Hasil: Konsentrasi 1:2 ekstrak daun miana menghasilkan kontras optimal dan visualisasi morfologi telur STH yang jelas, sedangkan konsentrasi 1:1 menghasilkan pewarnaan berlebih dan konsentrasi 1:3 menghasilkan pewarnaan pucat. Kesimpulan: Ekstrak daun miana, khususnya pada konsentrasi 1:2, efektif sebagai pewarna alami untuk identifikasi telur STH. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi aplikasinya dalam konteks diagnostik parasitologi yang lebih luas.

Berdasarkan temuan, dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun miana pada konsentrasi 1.2 efektif sebagai pewarna alami untuk mengidentifikasi telur STH, memberikan hasil optimal dalam visualisasi struktur telur.Pewarna alami ini menunjukkan potensi signifikan untuk penggunaan dalam diagnostik parasitologi, terutama pada lingkungan dengan sumber daya terbatas.Penelitian lebih lanjut disarankan untuk menilai aplikasinya pada jenis telur helminth lainnya serta mengembangkan metode yang meningkatkan stabilitas dan konsistensi hasil pewarnaan.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki secara mendetail bagaimana kondisi penyimpanan yang optimal—misalnya temperatur rendah, perlindungan dari cahaya ultraviolet, dan penambahan antioksidan seperti asam askorbat—memengaruhi stabilitas kimia dan aktivitas pewarna ekstrak daun miana selama penyimpanan jangka panjang, sehingga dapat menghasilkan produk yang konsisten dan dapat diandalkan dalam praktik laboratorium. Selain itu, studi kuantitatif yang membandingkan intensitas pewarnaan antara ekstrak alami dan pewarna sintetis seperti eosin dapat dilakukan dengan menggunakan metode pengukuran densitas optik, spektrofotometri, atau analisis citra digital untuk memberikan dasar objektif yang kuat dalam menilai keefektifan serta keunggulan visualisasi mikroskopik yang dihasilkan. Selanjutnya, penelitian dapat memperluas aplikasi ekstrak daun miana dengan menguji keefektifannya pada berbagai jenis telur helminth, termasuk Schistosoma mansoni, fasciola spp., dan trematoda lainnya, serta pada prosedur diagnostik yang beragam seperti teknik natif, metode sedimentasi, dan teknik molekuler, guna mengidentifikasi batasan serta potensi penggunaan luas dalam konteks laboratorium parasitologi, terutama di daerah dengan sumber daya terbatas. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan panduan praktis bagi laboratorium klinis dan meningkatkan keberlanjutan diagnostik parasitologi.

  1. Evaluation of critical value report of laboratory results based on national quality indicators at Bima... doi.org/10.53699/joimedlabs.v5i2.235Evaluation of critical value report of laboratory results based on national quality indicators at Bima doi 10 53699 joimedlabs v5i2 235
  2. Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Miana (Coleus atropurpureus, L) dalam air minum terhadap Performa broiler:... doi.org/10.22437/jiiip.v23i1.9603Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Miana Coleus atropurpureus L dalam air minum terhadap Performa broiler doi 10 22437 jiiip v23i1 9603
Read online
File size645.97 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test