UWMYUWMY

AGROTECH : JURNAL ILMIAH TEKNOLOGI PERTANIANAGROTECH : JURNAL ILMIAH TEKNOLOGI PERTANIAN

Sebagian besar remaja putri mengalami gangguan nyeri haid dan enggan makan sehingga mempengaruhi status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dan durasi tidur dengan siklus menstruasi remaja putri di MA Al Mumtaz. Pendekatan yang dilakukan menggunakan metode Cross Sectional. Populasi semua siswa di Al Mumtaz sejumlah 46 siswa. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 17 tahun (28,1%) memiliki status gizi kategori baik (75%). Mayoritas dari mereka memiliki durasi tidur dalam kategori tidak baik (68,8%) serta siklus menstruasi yang tidak teratur (59,4%). Mayoritas responden memiliki siklus mestruasi tidak teratur dengan durasi tidur yang masuk dalam kategori tidak baik. Hasil analisa menunjukkan ada hubungan antara siklus menstruasi dengan durasi tidur (p-value = 0,025). Mayoritas siswi dengan siklus menstruasi tidak teratur memiliki status gizi baik. Hasil uji analisa menunjukkan ada hubungan juga antara siklus menstruasi dengan status gizi (p-value = 0,008).

Penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 17 tahun memiliki status gizi baik (75%), namun durasi tidur tidak baik (68,8%) dan siklus menstruasi tidak teratur (59,4%).Analisis statistik mengungkapkan adanya hubungan signifikan antara siklus menstruasi dengan durasi tidur (p = 0,025) serta antara siklus menstruasi dengan status gizi (p = 0,008).

Penelitian selanjutnya dapat memperluas desain longitudinal untuk mengamati perubahan status gizi, durasi tidur, dan pola siklus menstruasi selama beberapa tahun, sehingga dapat mengidentifikasi hubungan kausal di antara ketiganya. Selain itu, diperlukan uji intervensi yang menilai efek perbaikan kebiasaan tidur melalui program edukasi tidur pada remaja putri, dengan mengukur apakah peningkatan kualitas dan kuantitas tidur berkontribusi pada regulasi siklus menstruasi dan perbaikan status gizi. Selanjutnya, penelitian dapat mengeksplorasi peran faktor mediating seperti tingkat aktivitas fisik dan stres psikologis dalam memengaruhi hubungan antara gizi, tidur, dan siklus menstruasi, menggunakan model analisis jalur multivariat pada sampel yang lebih besar dan beragam secara geografis. Penelitian juga dapat memperluas populasi dengan melibatkan sekolah-sekolah di berbagai wilayah Indonesia, sehingga memungkinkan analisis perbedaan budaya dan lingkungan yang mungkin mempengaruhi variabel-variabel tersebut. Selain itu, pengukuran biomarker hormon seperti estrogen dan progesteron dapat dimasukkan untuk menilai secara objektif hubungan antara status gizi, kualitas tidur, dan perubahan siklus menstruasi. Dengan menambahkan variabel-variabel tersebut, model statistik dapat lebih tepat dalam menjelaskan mekanisme biologis yang mendasari temuan sebelumnya.

  1. HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA DI BANDAR LAMPUNG | Jurnal Ilmiah Keperawatan... doi.org/10.26630/jkep.v14i2.1306HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA DI BANDAR LAMPUNG Jurnal Ilmiah Keperawatan doi 10 26630 jkep v14i2 1306
  2. Vol. 1 No. 1 (2016): Agrotech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian | AGROTECH : JURNAL ILMIAH TEKNOLOGI... doi.org/10.37631/agrotech.v1i1Vol 1 No 1 2016 Agrotech Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian AGROTECH JURNAL ILMIAH TEKNOLOGI doi 10 37631 agrotech v1i1
Read online
File size539.61 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test